Survei: Menteri Susi Paling Populer, tapi Tak Sesuai Kinerja

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti memberikan sambutan saat sosialisasi program Jaring di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pondok Dadap Sendang Biru, Desa Tambakrejo, Kec. Sumber Manjing, Malang, Jawa Timur, 13 November 2015. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti memberikan sambutan saat sosialisasi program Jaring di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pondok Dadap Sendang Biru, Desa Tambakrejo, Kec. Sumber Manjing, Malang, Jawa Timur, 13 November 2015. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Political Communication Institute merilis hasil surveinya terhadap kinerja satu tahun pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla pada Ahad, 20 Desember 2015. Berdasarkan hasil survei yang dilakukan terhadap 1.200 responden, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dianggap sebagai menteri yang paling populer di media massa.

    Peneliti senior dari PolcoMM Institute, Afdal Makkuraga Putra, mengatakan publik memilih Menteri Susi di urutan teratas dengan 32,8 persen. "Setelah itu, disusul Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Marwan Ja’far dengan 13,9 persen serta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan dengan 6,4 persen," ucapnya.

    Menurut Afdal, kepopuleran Menteri Susi berbanding terbalik dengan jawaban responden atas kinerja menteri yang paling bermanfaat bagi pembangunan. Berdasarkan hasil survei, kinerja Susi kalah jauh dibanding Marwan yang berada di peringkat tertinggi. "Menteri Marwan dianggap baik kinerjanya oleh 22,6 persen responden. Sementara itu, kinerja Menteri Susi hanya dianggap baik oleh 6,8 persen responden," ujar Afdal.

    Politikus Partai Persatuan Pembangunan, Fadly Nurzal, mengaku terkejut dengan hasil survei PolcoMM. Menurut dia, ini menunjukkan popularitas seorang menteri tidak lantas menjamin kinerjanya telah bermanfaat bagi pembangunan. "Saya terkejut ketika hasil survei kinerja Menteri Susi nyungsep. Dia bolak-balik bilang cuma dua tahun mau jadi menteri. Apakah ada hubungannya dengan hasil itu, saya tidak tahu," tuturnya.

    Fadly memuji hasil survei yang menyatakan kinerja Menteri Desa, Pembangunan Desa Tertinggal, dan Transmigrasi Marwan Ja’far paling bermanfaat bagi pembangunan dibanding menteri lain. "Yang dahsyat Marwan. Tadinya tidak begitu populer, tapi kinerjanya naik. Mungkin ada hubungannya dengan periode digelontorkannya program pedesaan."

    Pengamat politik dari Universitas Gadjah Mada, Nyarwi Ahmad, mengatakan apresiasi publik terhadap kinerja menteri bergantung pada produk, kebijakan, dan penyampaian yang telah dilakukan. "Kebijakannya apa, produknya apa, konkretnya apa. Kalau produk dan kebijakannya nyambung, impresi masyarakat akan kuat. Apalagi kalau delivery-nya canggih," ucap Nyarwi.

    Nyarwi menilai kinerja Marwan berada di atas Susi karena produk dan kebijakan yang disampaikan Marwan lebih riil dan dirasakan masyarakat. "Pak Basuki, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, juga punya peluang untuk populer karena produk-produk yang dikeluarkannya empiris, dapat dilihat dan dirasakan masyarakat."

    Survei oleh PolcoMM Institute tersebut dilakukan di 34 provinsi di Indonesia dengan metode multistage random sampling. Dari 1.200 responden dengan kelompok usia 17-52 tahun, 40,7 persen responden berpendidikan sekolah menengah atas dan 34 persen sisanya sarjana. Adapun tingkat kepercayaan survei yang dilakukan pada 20-26 November 2015 ini sebesar 95 persen dengan margin of error 3,1 persen.

    ANGELINA ANJAR SAWITRI



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.