Kinerja Kabinet Jokowi, Survei PolcoMM: Mendes Paling Baik  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Wapres Jusuf Kalla memimpin Sidang Kabinet Paripurna bersama Menteri Kabinet Kerja di Kantor Kepresidenan, Jakarta, 2 November 2015. ANTARA/Yudhi Mahatma

    Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Wapres Jusuf Kalla memimpin Sidang Kabinet Paripurna bersama Menteri Kabinet Kerja di Kantor Kepresidenan, Jakarta, 2 November 2015. ANTARA/Yudhi Mahatma

    TEMPO.COJakarta - Kinerja para menteri Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla dinilai masih buruk. Hasil survei Political Communication (PoloMM) Institute menyebutkan 66,4 persen responden menyatakan menteri-menteri dalam Kabinet Kerja belum menunjukkan kinerja terbaiknya. Sementara itu, 19,1 persen responden menjawab sudah dan 14,5 persen menjawab tidak tahu.

    "Menteri yang kinerjanya dianggap paling memiliki manfaat bagi pembangunan adalah Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Marwan Jafar, yang dipilih 22,6 persen responden," ujar peneliti senior PolcoMM Institute, Afdal Makkuraga Putra, saat membacakan hasil survei, Ahad, 20 Desember 2015.

    Berdasarkan jawaban dari pertanyaan terbuka yang diberikan PolcoMM Institute kepada responden, publik mengapresiasi kebijakan Marwan terkait dengan Gerakan Desa Mandiri, seperti program pendampingan dan penguatan kapasitas kelembagaan dan aparatur desa serta program pembentukan dan pengembangan badan usaha milik desa. "Membangun Indonesia dari pinggiran menjadi kekuatan kementerian ini dan itu diterima oleh publik," katanya.

    Di peringkat kedua, ada Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, yang kinerjanya dianggap baik oleh 16 persen responden. "Bapak Basuki dinilai positif oleh publik karena wilayah kerjanya yang sangat teknis dengan pembangunan infrastruktur dapat dilihat serta dirasakan langsung manfaatnya oleh publik," tuturnya.

    Sementara itu, Afdal berujar, menteri yang kinerjanya berada di peringkat ketiga adalah Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa dengan 8,6 persen responden. Meskipun Khofifah menghadapi persoalan perihal penanganan korban asap kebakaran hutan beberapa waktu yang lalu, publik menganggap kinerjanya cukup baik. "Khususnya dalam bidang pengentasan kemiskinan dengan Program Keluarga Harapan." 

    Menteri yang berada di peringkat keempat dalam survei ini adalah Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dengan 6,8 persen responden. Selanjutnya, ada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan dengan 5,6 persen responden, Menteri Kesehatan Nila Djuwita F. Moeloek 5 persen, serta Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin dan Menteri Pertanian Amran Sulaiman dengan 2,8 persen.

    Hasil survei ini juga menyebutkan Jokowi-JK sudah melaksanakan janji-janji kampanyenya yang tertuang dalam Nawa Cita atau sembilan misi yang ingin mereka capai. Sebanyak 41,2 persen responden menyatakan Jokowi-JK telah melaksanakan janji kampanyenya yang tertuang dalam Nawa Cita.

    Survei PolcoMM Institute ini dilakukan di 34 provinsi di Indonesia dengan metode multistage random sampling. Dari 1.200 responden dengan kelompok usia 17-52 tahun, 40,7 persen responden berpendidikan SMA serta 34 persen responden berpendidikan sarjana. Adapun tingkat kepercayaan survei yang dilakukan pada 20-26 November 2015 ini sebesar 95 persen dengan margin of error 3,1 persen.

    ANGELINA ANJAR SAWITRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Konflik Lahan Era SBY dan 4 Tahun Jokowi Versi KPA

    Konsorsium Pembaruan Agraria menyebutkan kasus konflik agraria dalam empat tahun era Jokowi jauh lebih banyak ketimbang sepuluh tahun era SBY.