Evakuasi Korban KM Marina, Wajo Siapkan Tujuh Ambulanns

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah warga dan tim SAR berusaha mengevakuasi salah seorang korban tenggelamnya KM Marina di Pelabuhan Tobaku Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara, 20 Desember 2015. Kapal yang mengangkut 108 penumpang dan 10 ABK tersebut tenggelam di Teluk Bone pada Sabtu kemarin. ANTARA/Sulaeman

    Sejumlah warga dan tim SAR berusaha mengevakuasi salah seorang korban tenggelamnya KM Marina di Pelabuhan Tobaku Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara, 20 Desember 2015. Kapal yang mengangkut 108 penumpang dan 10 ABK tersebut tenggelam di Teluk Bone pada Sabtu kemarin. ANTARA/Sulaeman

    TEMPO.CO, Wajo - Pemerintah Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, menyiapkan tujuh mobil ambulans untuk mengevakuasi penumpang kapal KM Marina Baru yang tenggelam di perairan Teluk Bone, 14 mil dari Pelabuhan Bangsalae, Siwa.

    Wakil Bupati Wajo Andi Syahrir Kube mengatakan tujuh mobil ambulans sudah stand by di Pelabuhan Bangsalae. Mobil ini akan digunakan mengevakuasi penumpang yang sudah ditemukan.

    "Masih ada puluhan penumpang yang masih dalam proses pencarian. Kita sudah instruksikan semua camat di wilayah pesisir untuk mengerahkan nelayan, ikut mencari semampunya," ucap Andi di posko Basarnas, Wajo, Minggu, 20 Desember 2015. Semua puskesmas di Kabupaten Wajo, khususnya yang berada dekat dengan pelabuhan, diminta siaga.

    Kepala Basarnas Sulawesi Selatan Roky Asikin menuturkan kapal KM Marina Baru diperkirakan tenggelam akibat dihantam ombak setinggi 6 meter. Keterangan itu berdasarkan pengakuan sejumlah penumpang yang ditemukan selamat. "Kedalaman tempat tenggelamnya kapal diperkirakan 220-600 meter. Kapal tenggelam perlahan. Kepalanya menukik ke dalam laut," ujar Roky.

    Mudzakkar, penumpang yang selamat, kepada Tempo mengatakan ketinggian ombak saat itu diperkirakan 6-7 meter. Saat mesin dimatikan, tiba-tiba kapal dihantam ombak besar. Kemudian kepala kapal menukik masuk ke dalam air. Penumpang pun langsung histeris dan panik.

    "Ada yang melompat ke laut setelah memakai jaket pelampung. Ada juga yang ikut tenggelam bersama badan kapal. Kami semua histeris dan berharap segera ada bala bantuan," ucap Mudzakkar saat ditemui di RSU Siwa.

    Dia mengisahkan, setelah badan kapal tenggelam dan menghilang, satu per satu penumpang terapung. Suara tangisan dan takbir terdengar bersahutan. "Ada puluhan orang yang mengapung mengitari lokasi tenggelamnya kapal. Beberapa menit kemudian, kami langsung terpisah karena terbawa arus dan hantaman ombak," tuturnya.

    Mudzakkar berhasil menyelamatkan diri setelah melihat cahaya lampu. Dia berusaha mendekati cahaya tersebut. Selama sekitar tiga jam berenang, Mudzakkar berjuang melawan besarnya ombak dan kuatnya arus air untuk mendekati cahaya lampu dari kapal nelayan. "Akhirnya, saya mendekat dan berteriak meminta tolong," ujarnya.

    HASWADI



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.