Sungai Tangka Meluap, Pelajar Terseret Arus  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi. gcaptain.com

    Ilustrasi. gcaptain.com

    TEMPO.CO, Watampone - Seorang pelajar, Ahmad Fauzan, 15 tahun, warga Desa Bana, Kecamatan Bontocani, Kabupaten Bone, diduga tewas tenggelam saat menyeberang di Sungai Tangka di perbatasan Bone dengan Sinjai pada Sabtu kemarin. Saat ini sekitar 200 warga melakukan pencarian menelusuri bibir sungai hingga 3 kilometer, Minggu, 20 Desember 2015.

    Kepala Desa Bana, Kecamatan Bontocani, Ishak, mengatakan pencarian warganya yang dilaporkan tenggelam sudah berlangsung dua hari dengan melibatkan warga Kabupaten Sinjai. Ketinggian air yang mencapai 2 meter lebih menyulitkan pencarian tanpa peralatan seperti perahu. Selain itu, medan sungai tidak merata. Hingga kini, warga baru menemukan tas sekolah milik Fauzan.

    "Belum ada tim SAR dan BPBD yang datang, karena semua personelnya juga berada di Kabupaten Wajo untuk mencari penumpang kapal hilang. Tapi kami diberi janji, jika dalam tiga hari belum ditemukan, mereka akan datang membantu pencarian," ujar Ishak, Minggu, 20 Desember 2015.

    Ishak menjelaskan, Sungai Tangka merupakan lokasi penyeberangan warganya yang bersekolah di Pondok Pesantren Istiqamah, Kabupaten Sinjai. Sekitar 20 pelajar dari desanya setiap hari menyeberang melewati Sungai Tangka.

    Kepala Bidang Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Bone Ilham menuturkan pihaknya telah menerima laporan tenggelamnya pelajar di perbatasan Bone-Sinjai tersebut. Namun dia mengaku belum berangkat ke lokasi bersama personelnya karena mobil besar tidak bisa memasuki lokasi. "Kami masih melaporkan ke pimpinan. Saat ini belum ada tindakan," ucap Ilham.

    ANDI ILHAM



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.