34 Penumpang KM Marina Ditemukan, Puluhan Lain Masih Hilang  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kapal tenggelam

    Ilustrasi kapal tenggelam

    TEMPO.CO, Wajo - Kepala Badan SAR Nasional Provinsi Sulawesi Selatan Roky Asikin mengatakan proses pencarian penumpang KM Marina Baru 2B sudah membuahkan hasil. Hingga pukul 13.00 Wita, jumlah penumpang yang dievakuasi mencapai 34.

    "Sebanyak 30 orang dievakuasi di Kolaka Utara. Sebanyak 27 orang dinyatakan selamat dan tiga lain meninggal dunia. Penumpang selamat kini dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Djafar Harun, Lasusua, Kabupaten Kolaka Utara," kata Roky, Minggu, 20 Desember 2015.

    Menurut Roky, ada juga empat penumpang yang dirawat intensif di Rumah Sakit Umum Daerah Siwa, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan. Roky menjelaskan, pencarian penumpang lain terus dilakukan. Basarnas sudah mengerahkan tiga kapal laut dibantu satu kapal Fiber dan satu helikopter.

    "Pencarian terus kami perluas. Kami datangkan lagi satu helikopter untuk membantu proses pencarian," ujarnya.

    Adapun korban meninggal adalah Mutmainnah, 6 tahun, Firdaus, 11 tahun, dan satu lain belum diketahui identitasnya tapi dipastikan sudah dewasa.

    "Data korban meninggal ini berdasarkan laporan Kepala Kepolisian Resor Kolaka Utara. Kita masih menunggu informasi dan perkembangan terbaru," ujarnya.

    Kepala Polres Wajo Ajun Komisaris Besar Muhammad Guntur menuturkan pencarian ini melibatkan polisi perairan. Selai itu, anak buahnya juga dikerahkan ke laut.

    "Kami berharap cuaca membaik sehingga proses pencarian tidak terganggu," kata Guntur.

    Marina Baru 2B bertolak dari Pelabuhan Kolaka menuju Pelabuhan Siwa pada Sabtu kemarin sekitar pukul 11.00 Wita. Dalam perjalanannya, kapal yang memuat lebih dari seratus penumpang itu dihantam ombak tinggi sehingga mengakibatkan kebocoran sekitar pukul 16.00 Wita.

    HASWADI



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.