Sebelum Tenggelam, Nakhoda Kapal Sempat Minta Bantuan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kapal tenggelam

    Ilustrasi kapal tenggelam

    TEMPO.CO, Wajo - Kapal motor penumpang Marina Baru dipastikan tenggelam di posisi 14 mil dari Pelabuhan Bangsale, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan. Sebelum tenggelam, nakhoda kapal tersebut sempat melaporkan kepada petugas pelabuhan soal kondisi cuaca dan ketinggian ombak yang mencapai 6 meter.

    Kepala Pengelola Penyeberangan Pelabuhan Bangasale Andi Lani Salahutu menyatakan, pada Sabtu, 19 Desember 2015, pukul 13.30, nakhoda kapal melaporkan kondisi cuaca saat itu melalui telepon. Dia mengatakan nakhoda juga sempat meminta bantuan.

    "Nakhoda dan anak buah kapal sempat menghubungi kami di Siwa, Sulawesi Selatan. Mereka meminta segera dikirimi kapal untuk mengevakuasi penumpang karena ketinggian ombak mencapai 6 meter. Mesin kapal terpaksa dimatikan demi menghindari ombak dan memberikan kesempatan kepada semua penumpang menggunakan pelampung," ucap Andi, Minggu, 20 Desember 2015.

    Andi memastikan pelampung yang tersedia di kapal mencukupi. Jumlah pelampung mencapai 300 buah ditambah empat sekoci. "Jumlah penumpang yang tercatat mengambil tiket hanya 85 orang, sementara penumpang, termasuk ABK, mencapai 103 orang," ujarnya.

    Amiruddin, nelayan yang menemukan empat penumpang KM Marina Baru, menuturkan saat itu dia sedang memancing dan tiba-tiba mendengar suara perempuan meminta tolong.

    "Saya lalu dekati sumber suara, ternyata ada perempuan menggunakan pelampung dan menengadah ke langit. Di atas pelampungnya ada anak laki-laki. Saya langsung menolong dan menaikkan ke perahu," katanya.

    Setelah itu, Amiruddin kembali melihat dua orang lain yang tak jauh dari lokasi penemuan korban yang pertama. Empat orang tadi lalu diberi makan dari bekal yang dibawanya karena dalam kondisi lemas.

    "Saya menghubungi keluarga di rumah menggunakan telepon lalu melaporkan ke syahbandar. Petugas dari syahbandar meminta saya membawa empat orang tadi ke darat, tapi saya tolak karena cuaca saat itu sangat buruk," ujarnya.

    HASWADI



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.