Natal dan Tahun Baru, Polisi Kerahkan 150 Ribu Personel

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menjelang Hari Raya Natal 2015 dan Tahun Baru 2016, pada Rabu siang, 16 Desember 2015, Kepolisian Daerah Banten melakukan rapat koordinasi Operasi Lilin Kalimaya 2015 dalam rangka pengamanan Natal dan Tahun Baru. TEMPO/Darma Wijaya

    Menjelang Hari Raya Natal 2015 dan Tahun Baru 2016, pada Rabu siang, 16 Desember 2015, Kepolisian Daerah Banten melakukan rapat koordinasi Operasi Lilin Kalimaya 2015 dalam rangka pengamanan Natal dan Tahun Baru. TEMPO/Darma Wijaya

    TEMPO.CO, Jakarta – Kepolisian RI mengerahkan 150 ribu personel untuk mengamankan perayaan Natal dan tahun baru di seluruh Indonesia. “Kami mengerahkan personel dari kepolisian dan instansi terkait,” ujar Kepala Polri Jenderal Badrodin Haiti saat dihubungi Tempo, Ahad, 20 Desember 2015.

    Badrodin menuturkan para personel terdiri atas 80 ribu aparat kepolisian dan 70 ribu sisanya dari instansi terkait, seperti TNI. Lokasi utama pengamanan adalah rumah ibadah, pusat berkumpul, dan pusat keramaian. Tujuan pengamanan tersebut antara lain mengantisipasi serangan teroris. “Kami mewaspadai kelompok-kelompok teroris, jadi pengamanan akan terus dilakukan,” ucapnya.

    Terkait dengan antisipasi tersebut, Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri sejauh ini telah menangkap tujuh terduga teroris di lokasi berbeda. “Penangkapan ini saling terkait. Kami akan terus mendalami jika ada keterlibatan kelompok lain,” kata Badrodin.

    Terduga teroris pertama yang ditangkap adalah Iwan alias Koki di perbatasan Banjar dengan Cilacap pada 18 Desember 2015. Penangkapan Iwan kemudian menggiring pada penangkapan dua terduga teroris lain, yaitu Asep Urip dan Zaenal, di Tasikmalaya.

    Dari Tasikmalaya, polisi bergerak ke Sukoharjo, Jawa Tengah, dan menangkap Abdul Karim alias Abu Jundi sehari setelahnya. Terakhir, polisi menangkap tiga terduga teroris di dua lokasi berbeda di Kota dan Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Dua di antaranya adalah Indraji Idham Wijaya dan Choirul Anam alias Amin.

    GHOIDA RAHMAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.