Terduga Teroris yang Ditangkap di 5 Kota Terkait Jaringan Abu Jundi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Personel Densus 88 Mabes Polri melakukan penggrebekan di rumah terduga teroris jaringan ISIS di Jalan Perdana Blok B No 3, Petukangan Selatan, Jakarta Selatan, 22 Maret 2015. Penggerebekan dilakukan berkaitan dengan penangkapan penyewa rumah bernama Aprimul Hendri, 41 tahun. ANTARA/Alinuddin

    Personel Densus 88 Mabes Polri melakukan penggrebekan di rumah terduga teroris jaringan ISIS di Jalan Perdana Blok B No 3, Petukangan Selatan, Jakarta Selatan, 22 Maret 2015. Penggerebekan dilakukan berkaitan dengan penangkapan penyewa rumah bernama Aprimul Hendri, 41 tahun. ANTARA/Alinuddin

    TEMPO.COJakarta - Kepala Kepolisian RI Jenderal Badrodin Haiti mengatakan penangkapan terduga teroris yang dilakukan Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri di Tasikmalaya, Banjar, Cilacap, Mojokerto, dan Sukoharjo sepanjang akhir pekan ini saling terkait. 

    “Penangkapan dilakukan di beberapa tempat itu satu rangkaian,” ujarnya kepada Tempo, Jumat, 20 Desember 2015.

    Menurut Badrodin, semua terduga teroris tersebut berasal dari jaringan yang sama, yaitu kelompok Abu Jundi alias Abdul Karim, yang ditangkap di Sukoharjo. Badrodin menuturkan, berdasarkan penangkapan tersebut, polisi kini terus menyelidiki untuk mengetahui apakah ada kelompok lain yang terlibat. “Kami sedang kembangkan dalam satu minggu terakhir terus kami dalami,” ucapnya.

    Densus menangkap terduga teroris bernama Iwan alias di Kota Banjar, Jawa Barat, serta Majenang, Cilacap, pada Jumat siang, 18 Desember 2015. Penangkapan Iwan kemudian menggiring polisi ke penangkapan dua terduga teroris berikutnya, yaitu Asep Urip dan Zaenal, pada Jumat sore, di Tasikmalaya. 

    Densus kembali menangkap seorang terduga teroris, yaitu Abdul Karim alias Abu Jundi, pada Sabtu siang, 19 Desember 2015, di Sukoharjo. Terakhir, Densus menangkap tiga terduga teroris lain di Mojokerto pada Sabtu malam hingga Ahad dinihari tadi. Dua di antara ketiga orang tersebut bernama Indraji Idham Wijata dan Choirul Anam alias Amin.

    GHOIDA RAHMAH


     

     

    Lihat Juga