Densus 88 Tangkap 3 Terduga Teroris di Mojokerto

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas Brimob Detasemen B Ampeldento Polda Jatim berjaga saat berlangsung penggeledahan  oleh Densus 88 di rumah Abdul Hakim Munabari  terduga anggota jaringan islam radikal ISIS di kawasan kelurahan Kasin, Kec. Klojen, Malang, Jawa Timur, 26 Maret 2015. Densus 88 melakukan penggeledahan di dua rumah terduga jaringan islam radikal ISIS Ahmad Junaidi dan Helmi Muhammad Alamudi.TEMPO/Aris Novia Hidayat

    Petugas Brimob Detasemen B Ampeldento Polda Jatim berjaga saat berlangsung penggeledahan oleh Densus 88 di rumah Abdul Hakim Munabari terduga anggota jaringan islam radikal ISIS di kawasan kelurahan Kasin, Kec. Klojen, Malang, Jawa Timur, 26 Maret 2015. Densus 88 melakukan penggeledahan di dua rumah terduga jaringan islam radikal ISIS Ahmad Junaidi dan Helmi Muhammad Alamudi.TEMPO/Aris Novia Hidayat

    TEMPO.COMojokerto – Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri menangkap tiga orang yang diduga sebagai teroris di Mojokerto, Jawa Timur. Penangkapan berlangsung sejak Sabtu malam (19 Desember) hingga Minggu dinihari, 20 Desember 2015.

    Tim Densus menyasar sebuah rumah yang digunakan sebagai tempat pijat di Jalan Empunala Nomor 78, Kelurahan Balongsari, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto. Dari rumah tersebut, polisi membawa tiga orang. Dua di antaranya Indraji Idham Wijaya, 28 tahun, dan Choirul Anam alias Amin. 

    Indraji tercatat sebagai warga Dusun Notog, Desa/Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Sedangkan Amin berasal dari Dusun Gumuk, Desa Jetis, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. 

    Ketua rukun tetangga di lokasi penangkapan, Didik, membenarkan adanya penangkapan tiga orang oleh tim Densus 88 Antiteror. Menurut dia, rumah yang dijadikan tempat terapi pijat itu disewa Indraji dari salah seorang dokter di Mojokerto. “Mulai disewa pada Mei 2015,” katanya.

    Sepengetahuan Didik, selain Indraji, memang ada dua lelaki lain yang kerap berada di rumah terapi tersebut. “Katanya dua orang itu karyawan, ngakunya orang Mojokerto,” ujarnya. Ia tak menyangka Indraji dan dua temannya terlibat terorisme. “Selama ini cukup aktif ikut kegiatan di lingkungan, meski baru menempati rumah sewaan,” tuturnya.

    Berselang beberapa menit setelah tim Densus 88 Antiteror melakukan penangkapan, aparat Kepolisian Resor Mojokerto Kota mengamankan lokasi penangkapan. “Satu perempuan dan dua anak-anak ditahan di markas Polres Mojokerto Kota,” ucap Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Mojokerto Kota Ajun Komisaris Maryoko. Diduga mereka adalah istri dan anak Indraji.

    Dari lokasi pertama di Kota Mojokerto, tim Densus 88 menyasar sebuah rumah di Desa/Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Jarak lokasi pertama dengan rumah sasaran kedua sekitar 10 kilometer.  “Iya, tadi tim Densus melakukan penggeledahan di rumah tersebut,” kata Kepala Kepolisian Sektor Trowulan Ajun Komisaris Sulkan. 

    Menurut Sulkan, rumah yang digeledah tim Densus itu adalah rumah yang disewa Choirul Anam alias Amin. Choirul sudah ditangkap lebih dulu di kediaman Indraji. “Seorang perempuan dan lima anak juga diamankan,” katanya. Istri dan lima anak itu diduga sebagai istri dan anak-anak Choirul.

    ISHOMUDDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.