Bonbin Surabaya Kecam Berita Keeper Hamili Orangutan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Orang utan di kebun binatang Surabaya. Robertus Pudyanto/Getty Images

    Orang utan di kebun binatang Surabaya. Robertus Pudyanto/Getty Images

    TEMPO.CO, Surabaya - Direksi Kebun Binatang Surabaya (KBS) geram terhadap pemberitaan mengenai hamilnya orangutan KBS oleh seorang penjaganya. Berita itu dipublikasikan oleh media lokal yang mengutip dari worldnewsdailyreport.com.

    Dalam berita itu dikabarkan seorang perawat (keeper) di KBS ditangkap dan didakwa dengan tuduhan penyerangan seksual pada sejumlah satwa koleksi. Bahkan, penjaga itu dituding menghamili seekor orangutan betina bernama Marylin.

    “Artikel itu tidak benar, itu berita hoax. Ini tuduhan berat dan menyangkut moral,” kata Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama KBS Aschta Boestani Tajuddin kepada Tempo, Sabtu, 19 Desember 2015. Ia menyayangkan media massa lokal ikut memuat informasi itu tanpa konfirmasi terlebih dahulu.

    Aschta mengungkapkan, KBS memiliki 4 koleksi orangutan betina bernama Dora, Tini, Avika dan Rizky. Tak ada yang bernama Marylin. Selain itu, tak ada tempat bagi perawat untuk melakukan hubungan seks dengan satwa. “Terlebih kami semua punya moral dan tidak akan berbuat seperti itu hanya untuk sensasi,” ujarnya geram.

    Aschta yang sebelumnya aktif di The Borneo Orangutan Survival Foundation itu tak tahu pasti apa motif di balik artikel di situs worldnewsdailyreport.com itu. Terlebih situs itu tak meminta klarifikasi terlebih dahulu. “Berita tentang KBS di luar Indonesia itu masih buruk. Foto-foto satwa yang menyedihkan pada 2010 masih beredar dan orang-orang meyakini itu adalah keadaan terkini,” katanya menuturkan.

    Seorang keeper (perawat) yang tak diketahui namanya, diberitakan menghamili orangutan melalui rekaman CCTV di sejumlah titik. Worldnewsdailyreport.com mengutip kesaksian karyawan bernama Akhiroel Yahya, yang mengungkap bahwa beberapa hewan tampak menjadi terangsang saat pemberian makan.

    "Tapi yang paling membuat kami curiga adalah ketika kami menemukan Marylin, orangutan tertua kami, hamil," katanya sambil menambahkan, "Padahal, dia tidak pernah kontak dengan orangutan lain karena sifatnya yang agresif, sehingga tidak masuk akal."

    Di lamannya, Worldnewsdailyreport.com mempublikasikan diri sebagai koran Zionis Yahudi Amerika yang berbasis di Tel Aviv. Mereka mengklaim tim redaksinya terdiri dari para wartawan pemenang penghargaan dari kalangan Kristen, Muslim, Yahudi, veteran agen Mossad, dan veteran dari Angkatan Bersenjata Israel.

    ARTIKA RACHMI FARMITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Harley Davidson dan Brompton dalam Daftar 5 Noda Garuda Indonesia

    Garuda Indonesia tercoreng berbagai noda, dari masalah tata kelola hingga pelanggaran hukum. Erick Thohir diharapkan akan membenahi kekacauan ini.