Golkar Kubu Agung Laksono Merasa Calonnya Lebih Pantas  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Fraksi Golkar DPR-RI versi munas Ancol, Agus Gumiwang Kartasasmita, beri keterangan dalam jumpa pers susunan pimpinan Alat Kelengkapan Dewan (AKD) di Ruang Rapat Mahkamah Kehormatan Dewan, Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Jakarta, 23 Maret 2015. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Ketua Fraksi Golkar DPR-RI versi munas Ancol, Agus Gumiwang Kartasasmita, beri keterangan dalam jumpa pers susunan pimpinan Alat Kelengkapan Dewan (AKD) di Ruang Rapat Mahkamah Kehormatan Dewan, Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Jakarta, 23 Maret 2015. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Partai Golkar kubu Agung Laksono menilai Ketua Fraksi Golkar Agus Gumiwang Kartasasmita adalah kandidat yang lebih pantas jadi Ketua Dewan Perwakilan Rakyat yang baru menggantikan Setya Novanto. “Kita akan berjuang supaya calon yang kami usung menang,” ujar politikus Partai Golkar, Leo Nababan, saat dihubungi Tempo, Sabtu, 19 Desember 2015.

    Leo menambahkan, kubunya adalah kepengurusan Golkar yang sah menurut Surat Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia. “Kalau mau patuh sama aturan, ya sama yang masih berlaku, yang masih ada SK Menteri,” tegas Leo.

    Leo mengatakan tidak etis jika calon pengganti Setya Novantio berasal dari Golkar kubu Ical.  “Enggak etis kalau tukar guling gini, emang ini perusahaan nenek moyang,” ujar Leo.

    Dia minta kubu Ical jangan menjadikan partai sebagai perusahaan. Leo berharap rakyat dibiarkan memilih calon pimpinan DPR selanjutnya. Rakyat diajak memilih calon dari Golkar kubu siapa yang pantas untuk jadi pimpinan DPR. “Ini bukan perusahaan, yang punya hak hanya pemilik saham,” ujarnya.

    Menyusul mundurnya Setya Novanto, Golkar kubu Agung Laksono mencoba mengusung calon ketua DPR yang baru. Dalam surat yang dikirimkan kepada Pimpinan DPR, Kamis lalu, 17 Desember 2015, Agung ingin agar DPR mempertimbangkan saran dari Golkar.

    Pihak Partai Golkar hingga saat ini belum bisa menyebutkan nama calon yang diusungnya untuk menggantikan Setya Novanto. "Kami belum mau sebut nama tapi kami musti bahas calon yang ada di DPR dulu," ujar Agung.

    Agung meminta kepada pimpinan DPR tidak gegabah mencari pengganti Setya Novanto. "Jangan gegabah cari pengganti Setnov, pikirkan juga aspirasi dari Golkar," ujar Agung.

    Dalam rapat harian terbatas Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar di Bakrie Tower, Jakarta, Golkar kubu Ical memutuskan ada pertukaran tempat di kursi petinggi Partai Golkar di Dewan Perwakilan Rakyat. Pada rapat Kamis malam, 17 Desember 2015, yang dipimpin langsung Ketua Umum Aburizal Bakrie diputuskan Ade Komaruddin menjadi Ketua DPR, menggantikan Setya Novanto sedangkan Setya Novanto jadi Ketua Fraksi Golkar.

    ARIEF HIDAYAT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.