Abraham Berharap Pimpinan KPK yang Baru Bernyali Besar  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Abraham Samad terancam hukuman maksimal delapan tahun penjara atas kasus pemalsuan dokumen paspor Feriyani Lim. Sementara Feriyani sebagai tersangka utama, sampai saat ini belum ditahan. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    Abraham Samad terancam hukuman maksimal delapan tahun penjara atas kasus pemalsuan dokumen paspor Feriyani Lim. Sementara Feriyani sebagai tersangka utama, sampai saat ini belum ditahan. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad berharap kelima pimpinan KPK yang baru berani dalam menuntaskan korupsi di Indonesia.

    “Saya rasa modal utama dalam memberantas korupsi itu ada dua, mempunyai nyali besar, keberanian, dan kejujuran," ujar Abraham saat tiba di Terminal Bandar Udara Sultan Hasanuddin, Maros, Makassar, Sabtu, 19 Desember 2015.

    Abraham menambahkan, jika ingin membasmi korupsi hanya bermodalkan kejujuran dan tanpa nyali yang besar, mustahil membasmi korupsi. "Korupsi yang begitu besar di negeri ini mustahil dibasmi jika tak memiliki keberanian dan nyali yang besar," ujarnya.

    Namun, Abraham enggan mengomentari kelima Pimpinan KPK yang baru tersebut. "Saya tidak bisa mengomentari. Tapi hanya bisa mendoakan: semoga kelima Pimpinan KPK ini memiliki nyali yang besar," ucap Abraham.

    Menurut Abraham, jika kelima Pimpinan KPK ini tidak memiliki nyali dan keberanian yang besar, akan terkuburlah pemberantasan korupsi di Indonesia ini.

    Kedatangan Abraham ke Makassar untuk menghadiri Kemah Antikorupsi di Malino, Kabupaten Gowa. Menurut Direktur Komite Pemantau Legislatif (Kopel) Indonesia Syamsuddin Alimsyah, Abraham akan menghadiri kemah antikorupsi di Malino. Di acara itu ada sekitar 300 pegiat antikorupsi dan juga mahasiswa menunggu Abraham Samad.

    Selain mendatangi Kemah Antikorupsi, menurut Syamsuddin, di acara itu nanti juga akan ada penerimaan kembali Abraham. "Dulu saat Abraham menjabat sebagai pimpinan KPK, Abraham dilepas oleh Kopel dan sekarang kembali diterima lagi oleh Kopel," ujar Syamsuddin.

    BADAUNI A.P.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut Gojek.