Pemuda Hindu di Bali Gelar Aksi Damai Pascabentrokan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah Pemuda yang tergabung dalam Aliansi Bali Cinta Damai (ABCD) mengadakan aksi damai di titik nol Kota Denpasar pasca bentrokan ormas Laskar Bali dan Baladika. TEMPO/Bram Setiawan

    Sejumlah Pemuda yang tergabung dalam Aliansi Bali Cinta Damai (ABCD) mengadakan aksi damai di titik nol Kota Denpasar pasca bentrokan ormas Laskar Bali dan Baladika. TEMPO/Bram Setiawan

    TEMPO.CO, Denpasar - Puluhan pemuda yang tergabung dalam Aliansi Bali Cinta Damai (ABCD) mengadakan aksi damai di titik nol Kota Denpasar, Sabtu, 19 Desember 2015. Aksi damai itu digelar pascabentrokan dua ormas Laskar Bali Vs Baladika yang terjadi di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kerobokan dan Jalan Teuku Umar, Denpasar, yang menewaskan empat orang.

    Para pemuda itu berasal dari Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) Bali, BEM Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar (IHDN Denpasar), dan BEM STIKOM Bali. Sebelum melakukan aksi damai di patung Catur Muka, titik nol Kota Denpasar. Para peserta aksi damai terlebih dahulu melakukan sembahyang bersama di Pura Agung Jagatnatha.

    "Mari kita jaga kebersamaan kita di Bali, walaupun berbeda agama dan suku. Kita semua harus tetap menerapkan konsep menyama braya," kata koordinator aksi, Anak Agung Ngurah Gde Agung Wira Lokanatha, di Denpasar, Sabtu pagi.

    Ia menegaskan pemerintah tidak boleh lalai menangani peristiwa berdarah tersebut. Mengingat bentrokan dua ormas besar ini bukan peristiwa yang pertama kali terjadi di Bali.

    "Ini juga kelemahan pemerintah. Pemerintah terkait harus mampu kembali mewujudkan keamanan dan memulihkan kenyamanan masyarakat Bali," ujarnya.

    Menurut dia, landasan konsep tat twam asi di Bali tidak boleh pudar. Konsep tersebut merupakan pandangan hidup untuk menjaga keharmonisan.

    "Seperti yang terkandung dalam ajaran agama Hindu, vasudeva kutumbakam (kita semua bersaudara)," tuturnya.

    Mengingat tak sedikit generasi muda di Bali yang tergabung dalam ormas yang bertikai itu. Lokanatha menilai pihak Desa Pakraman melalui tokoh-tokohnya harus mampu melakukan pembinaan.

    "Masa-masa muda biasanya labil dan mencari jati diri. Maka, peran dari pimpinan Desa Pakraman harus mampu lebih meningkatkan pembinaannya lewat STT (Seka Teruna Teruna) dan lebih dipantau," ujarnya.

    Ia berharap pihak-pihak terkait bisa segera melakukan pembenahan di dalam LP Kerobokan. "Fungsi lapas harus bisa terwujud secara optimal, yakni memiliki tujuan membentuk warga binaan kemasyarakatan," tuturnya.

    BRAM SETIAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.