Bentrok di LP Kerobokan Mengotori Kesucian Tanah Leluhur

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah anggota polisi membawa belasan senjata tajam dari dalam sel pasca bentrok antar narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (lapas) Kerobokan, Bali, 17 Desember 2015. Bentrok yang diduga melibatkan napi dari dua ormas besar di Bali ini terjadi sekitar pukul 15.00-16.00 WITA. TEMPO/Johannes P. Christo

    Sejumlah anggota polisi membawa belasan senjata tajam dari dalam sel pasca bentrok antar narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (lapas) Kerobokan, Bali, 17 Desember 2015. Bentrok yang diduga melibatkan napi dari dua ormas besar di Bali ini terjadi sekitar pukul 15.00-16.00 WITA. TEMPO/Johannes P. Christo

    TEMPO.CO, Denpasar - Bendesa Agung Majelis Utama Desa Pakraman (Ketua MUDP) Bali, Jero Gede Suwena Putus Upadesha, mengaku jengah atas adanya peristiwa berdarah di Lembaga Pemasyarakatan Kerobokan dan Jalan Teuku Umar, Denpasar, yang menewaskan empat korban jiwa.

    “Kalau seperti demikian, terkutuklah kita karena merusak tatanan tanah leluhur,” kata Jero Gede Suwena, saat menghadiri kesepakatan perdamaian dua organisasi masyarakat yang sempat bertikai, Laskar Bali dan Baladika Bali, di Mapolda Bali, Denpasar, Jumat, 18 Desember 2015.

    Menurut dia, bentrokan yang terjadi apalagi melibatkan sesama orang Bali hingga menyebabkan hilangnya nyawa. Maka, kata dia, meletehkan (mengotori) kesucian tanah Dewata.

    “Di Bali Desa Adat masih tetap eksis dan memiliki hak tradisional. Jadi harus diadakan upacara pecaruan untuk memperbaiki keharmonisan dan keseimbangan manusia dengan manusia, manusia dengan lingkungan, dan manusia dengan Tuhan yang sempat terganggu,” ujarnya.

    Ia mengumpamakan peristiwa bentrokan tersebut seperti kelakuan butha kala. Dan, kata dia, peristiwa seperti itu tidak boleh terulang lagi. Ia berharap pihak pemerintah daerah dan jajaran kepolisian mampu bersikap lebih tegas.

    “Saya berharap pemerintah daerah harus mengevaluasi kegiatan-kegiatan ormas yang di luar aturan hukum, agama, dan adat. Dan, polisi mampu menegakkan hukum sebaik-baiknya. Peristiwa ini seperti teror yang membuat orang-orang menjadi takut. Inilah sifat butha kala,” tuturnya.

    BRAM SETIAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.