Rekomendasi Pansus Pelindo, Kalla: Itu Saran Politik

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum PMI Jusuf Kalla memberikan tanda kehormatan kepada Presiden Joko Widodo saat acara penganugerahan Tanda Kehormatan Satyalancana Kebaktian Sosial kepada 893 Donor Darah Sukarela (DDS) 100 kali di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, 18 Desember 2015. TEMPO/Subekti.

    Ketua Umum PMI Jusuf Kalla memberikan tanda kehormatan kepada Presiden Joko Widodo saat acara penganugerahan Tanda Kehormatan Satyalancana Kebaktian Sosial kepada 893 Donor Darah Sukarela (DDS) 100 kali di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, 18 Desember 2015. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Bogor - Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai rekomendasi Panitia Khusus Pelindo II Dewan Perwakilan Rakyat adalah saran politik. "Ini kan di DPR itu suatu saran politik. Pemerintah tentu selain mempertimbangkan politis juga mempertimbangkan aspek-aspek lainnya," kata dia di Istana Bogor, Jumat, 18 Desember 2015.

    Sidang Paripurna DPR pada Kamis, 17 Desember 2015, menerima tujuh rekomendasi Pansus Pelindo II kepada pemerintah. Pansus meminta pemerintah menelusuri dugaan pelanggaran hukum oleh perusahaan pelat merah tersebut.

    Selain itu, Pansus minta pemerintah  memberhentikan Direktur Utama Pelindo II Richard Joost Lino dan Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno.

    Tak hanya itu, Pansus juga merekomendasikan pembatalan kontrak antara PT Pelindo II dan Hutchison. "Karena ada indikasi suap, kerugian negara, serta transfer pricing," ujar Ketua Pansus Pelindo II Rieke Dyah Pitaloka.  

    Ditanya soal ini, Presiden Joko Widodo irit berkomentar. "Kalau sudah terima baru saya bicara," kata dia.

    ALI HIDAYAT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.