Budi Waseso Mau Pakai Bandar Narkoba di Latihan Perang TNI

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Komisaris Jenderal Polisi Budi Waseso, Kepala Badan Narkotika Nasional saat diwawancarai di kantornya, Jakarta, 10 Desember 2015. TEMPO/Frannoto

    Komisaris Jenderal Polisi Budi Waseso, Kepala Badan Narkotika Nasional saat diwawancarai di kantornya, Jakarta, 10 Desember 2015. TEMPO/Frannoto

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komisaris Jenderal Budi Waseso mengusulkan para pengedar narkoba dilibatkan dalam latihan perang TNI sebagai sasaran tembak.

    "Kita akui kehebatan dan kejituan tembakan TNI, tapi sayang mereka jarang punya sasaran beneran makanya saya ajak untuk nembak pengedar narkoba saja," ujar Budi Waseso, Jumat, 18 Desember 2015.

    Budi yakin dengan usul ini maka kemampuan menembak prajurit TNI akan membaik. "Jadi TNI enggak usah uji kekuatan dengan polisi, kalau mau uji senjata langsung aja tembak tuh pengedar narkoba," ujar Budi Waseso, yang akrab disapa Buwas.

    Buwas menjelaskan dia akan menyerahkan bandar narkoba yang sudah divonis bersalah pada TNI. "Kami minta nanti TNI langsung eksekusi mereka di tempat," ujarnya.

    Budi Waseso ingin bandar narkoba asing yang datang ke Indonesia diperlakukan seperti nelayan asing di laut. "Kita enggak perlu ba bi bu, ketika mereka terlihat langsung saja tenggelamkan kapal berikut orang-orangnya," ujar Budi.

    Budi tak main-main dengan rencananya. Dia mengaku sudah berbicara dengan TNI untuk bersama-sama memerangi narkoba. Menurut dia, pengedar narkoba merupakan musuh negara dan harus diperangi. "Kami akan konstruksikan mana pelanggaran hukum, mana yang musuh negara, jadi bisa segera ditindak," ujar Budi.

    Dia mengaku tidak ada keraguan di benaknya untuk mengeksekusi bandar narkoba. "Kalau misalnya salah tembak saya yang bertanggung jawab," ujar Budi.

    ARIEF HIDAYAT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Atlet E-Sport, Jadi Miliarder Berkat Hobi Bermain Video Game

    Dunia permainan digital sudah bukan tidak bisa dipandang sebelah mata. Kini, para atlet e-sport mampu meraup miliar rupiah hasil keterampilan mereka.