RJ Lino Tersangka, Kapolri Janji Tuntaskan Kasus Pelindo

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II, Richard Joost Lino (kiri) berbincang dengan Tumpak Hatorangan Panggabean (kanan) dalam rapat dengar pendapat umum dengan Panitia Khusus (Pansus) Angket Pelindo II di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, 4 Desember 2015. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II, Richard Joost Lino (kiri) berbincang dengan Tumpak Hatorangan Panggabean (kanan) dalam rapat dengar pendapat umum dengan Panitia Khusus (Pansus) Angket Pelindo II di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, 4 Desember 2015. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Bogor - Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan Direktur Utama PT Pelindo II RJ Lino sebagai tersangka kasus korupsi, Jumat 18 Desember 2015. Padahal siang tadi, Kapolri Jenderal Badrodin Haiti sudah menegaskan rencananya untuk menuntaskan kasus dugaan korupsi di Pelindo. "Kami akan melengkapi berkasnya, kalau sudah lengkap kami ajukan ke kejaksaan," kata Badrodin di Istana Bogor, Jumat, 18 Desember 2015.

    Badan Reserse Kriminal sebelumnya sudah menetapkan Direktur Operasi dan Teknik PT Pelindo II Ferialdy Nurlan sebagai tersangka. Ferialdy ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) bernomor R/87/VIII/2015/Dittipideksus.

    Dalam SPDP tersebut, dia juga disangka melakukan tindak pidana pencucian uang. Selain itu, Ferialdy diduga menyalahgunakan wewenang lantaran menandatangani pengadaan sepuluh crane untuk sepuluh pelabuhan di Indonesia. Seharusnya yang menandatangani pengadaan crane tersebut adalah manajer umum masing-masing pelabuhan.

    Bareskrim Mabes Polri kembali menggeledah kantor Pelindo II terkait dengan penyidikan dugaan korupsi pengadaan mobile crane pada  Jumat, 11 Desember 2015. "Sehari tadi, polisi membawa enam kardus berisi dokumen dari Pelindo II," ujar kuasa hukum Pelindo II, Muhammad Ridwan.

    Ridwan membeberkan bahwa enam kardus berisi dokumen itu diambil dari lima divisi di kantor Pelindo II, di antaranya divisi hukum, keuangan, teknis, sumber daya manusia, dan divisi pengadaan.

    ALI HIDAYAT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.