Saut Situmorang: KPK Harus Mulai dari Nol  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon pimpinan (capim) KPK Saut Situmorang menyampaikan pendapat saat uji kelayakan dan kepatutan capim KPK di Komisi III DPR, Kompleks Parlemen, Jakarta, 14 Desember 2015. ANTARA/M Agung Rajasa

    Calon pimpinan (capim) KPK Saut Situmorang menyampaikan pendapat saat uji kelayakan dan kepatutan capim KPK di Komisi III DPR, Kompleks Parlemen, Jakarta, 14 Desember 2015. ANTARA/M Agung Rajasa

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang baru, Saut Situmorang, menegaskan KPK di bawah kepemimpinan baru ini harus memulai dari nol. Penegasan ini disampaikan Saut saat jurnalis bertanya soal kasus-kasus KPK yang belum selesai, seperti kasus Bank Century dan BLBI.

    "Kalau ditanya, saya bergerak dari nol, percuma bahas kasus-kasus lalu. Makanya saya lebih cenderung di pencegahan," kata Saut saat ditemui setelah disahkan menjadi Pimpinan KPK periode 2015-2019, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jumat, 18 Desember 2015.

    Menurut dia, yang lebih penting saat ini adalah mengembalikan uang yang hilang gara-gara korupsi tersebut. "Kalau memang kami hanya bicara itu ke belakang, uangnya enggak balik-balik, keadilannya enggak datang-datang, hanya membuang energi," ujar mantan anggota staf ahli di Badan Intelijen Negara ini.

    Saut mencontohkan kasus BLBI. Ia berharap semua orang-orang yang terlibat, yang ada di luar negeri, mengembalikan uang mereka. Ia mengatakan cara itu lebih bijaksana. "Daripada uang-uang itu enggak kembali, kita hanya omong-omong, kelihatan gagah, BLBI dijadikan alat bargaining–itu enggak bisa," katanya. Namun ia tak menjelaskan mekanisme pengembalian uang yang ia maksud.

    EGI ADYATAMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Harley Davidson dan Brompton dalam Daftar 5 Noda Garuda Indonesia

    Garuda Indonesia tercoreng berbagai noda, dari masalah tata kelola hingga pelanggaran hukum. Erick Thohir diharapkan akan membenahi kekacauan ini.