Gempa Tremor Gunung Bromo Mengalami Penurunan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Material debu vulkanik terlihat keluar dari kawah Gunung Bromo, Probolinggo, Jawa Timur, 10 Desember 2015. ANTARA FOTO

    Material debu vulkanik terlihat keluar dari kawah Gunung Bromo, Probolinggo, Jawa Timur, 10 Desember 2015. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Probolinggo - Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Bromo Ahmad Subhan mengatakan gempa tremor yang terjadi di dalam kawah Gunung Bromo mengalami penurunan. Dari data seismograf pukul 06.00-12.00 WIB yang dipasang di pos pemantauan Gunung Bromo gempa tremor terjadi 7-8 milimeter.

    "Ini jelas jauh turun daripada dua hari yang lalu yang mencapai 13 milimeter tapi akan selalu di-update," kata Ahmad kepada wartawan di pos pemantauan Gunung Bromo, Jumat, 18 Desember 2015.

    Cuaca di sekitar Gunung Bromo terpantau cerah dan agak sedikit mendung. Suhu udara mencapai 12-19 derajat Celsius. Gunung Bromo juga tampak jelas berkabut, asap kelabu sedang-tebal tekanan sedang-kuat. Sedangkan ketinggian asap vulkaniknya mencapai 900 meter di atas puncak atau 3.229 mdpl ke utara-timur laut.

    "Kesimpulannya status Gunung Bromo masih siaga," kata Ahmad.

    Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo Dwijoko mengatakan radius daerah yang terlarang yang diberlakukan masih tetap sama, yaitu 2,5 kilometer dari pusat kawah. Sehingga, menurut dia, daerah savana dan lautan pasir tertutup buat pengunjung.

    "Jarak aman sekitar tiga kilometer," kata Dwijoko.

    Saat ini empat kabupaten yang terdampak erupsi Gunung Bromo, yaitu Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Lumajang, dan Kabupaten Malang, telah berkoordinasi soal kontijensi bencana.

    "Termasuk soal jalur mana yang akan digunakan evakuasi jika diperlukan nanti," katanya.

    Hingga kini, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Bandung masih memantau aktivitas vulkanik Gunung Bromo. Gunung yang menjadi salah satu tujuan wisata favorit wisatawan di Probolinggo ini sempat memuntahkan abu hingga ketinggian 1.500 meter.

    EDWIN FAJERIAL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Konflik Lahan Era SBY dan 4 Tahun Jokowi Versi KPA

    Konsorsium Pembaruan Agraria menyebutkan kasus konflik agraria dalam empat tahun era Jokowi jauh lebih banyak ketimbang sepuluh tahun era SBY.