Setya Ketua Fraksi, Kalla: Golkar Sulit Dipercaya Rakyat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla, memberikan keterangan kepada awak media seusai melakukan pertemuan tertutup dengan sejumlah petinggi grup Bank Dunia, di kantor Wakil Presiden, Jakarta, 12 November 2015. TEMPO/Imam Sukamto

    Wakil Presiden Jusuf Kalla, memberikan keterangan kepada awak media seusai melakukan pertemuan tertutup dengan sejumlah petinggi grup Bank Dunia, di kantor Wakil Presiden, Jakarta, 12 November 2015. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Bogor - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan penunjukan Setya Novanto menjadi Ketua Fraksi Partai Golkar di Dewan Perwakilan Rakyat membuat partai berlambang beringin ini sulit mendapat kepercayaan masyarakat. Secara teori, politik adalah kepercayaan masyarakat yang memunculkan persepsi. 

    "Nah kalau persepsi demikian rupa sekarang ini, pasti sulit mendapatkan kepercayaan masyarakat, itu aja teori politik itu," kata Kalla di Istana Bogor, Jumat, 18 Desember 2015. 

    Saat menanggapi pertanyaan kelayakan Setya menjadi ketua fraksi, Kalla meminta untuk mengartikan kalimatnya bahwa partai membutuhkan kepercayaan publik. Kepercayaan tersebut akan menjadi persepsi publik ke Partai Golkar.

    "Kalau persepsinya sudah begini maka sulit mendapatkan kepercayaan masyarakat," katanya. 

    Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie resmi menunjuk Ade Komaruddin sebagai calon Ketua Dewan Perwakilan Rakyat. Posisinya sebagai Ketua Fraksi ditempati Setya Novanto.

    Pria yang akrab disapa dengan sebutan Akom itu akan menggantikan Setya Novanto, yang telah mengundurkan diri. Setya mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Ketua DPR karena terseret masalah etik setelah mencatut nama Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam pembicaraan lobi perpanjangan kontrak PT Freeport Indonesia. 

    Kalla mendukung Ade sebagai Ketua DPR, seperti yang diinginkan DPP Partai Golkar. Dia menilai Ade adalah calon Ketua DPR yang baik mengingat banyak orang baik di partai beringin. "Tapi kalau itu (Setya Novanto) dipilih tentu yah...," kata Kalla tanpa meneruskan kalimatnya. 

    ALI HIDAYAT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.