Menteri Perhubungan Minta Polisi Tindak Go-Jek yang Masih Beroperasi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Gojek. ANTARA/Abriawan Abhe

    Ilustrasi Gojek. ANTARA/Abriawan Abhe

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perhubungan Ignasius Jonan meminta Polri menindak pemilik kendaraan umum berbasis Internet yang masih beroperasi. Permintaan itu disampaikan melalui surat bernomor UM.302/1/21/Phb/2015. "Berdasarkan hal tersebut, dimohon kiranya dapat mengambil langkah sesuai dengan peraturan," kata Jonan dalam surat yang dilayangkan, Senin, 9 November 2015.

    Dalam surat itu, Jonan menilai, adanya sepeda motor maupun mobil berbasis aplikasi yang mengangkut orang maupun barang dengan memungut biaya kerap menimbulkan pro dan kontra. "Semakin maraknya pemanfaatan kendaraan umum dengan menggunakan aplikasi Internet, seperti Go-Jek, G-Box, Grab-Bike, Grab Car, Blu-Jek, Lady-Jek menimbulkan pro dan kontra di masyarakat, terutama operator angkutan umum," katanya.

    Menurut Jonan, keberadaan kendaraan yang mengangkut orang maupun barang itu tidak sesuai dengan peraturan yang berlaku. Alasannya, kendaraan yang digunakan tidak memenuhi ketentuan sebagai angkutan umum. "Pengaturan kendaraan bermotor bukan angkutan umum tersebut sesuai dengan ketentuan UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang lalu lintas dan Angkutan Jalan dan Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2014," katanya.

    ABDUL AZIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.