Kalbe Serahkan Alat Peraga Pemenang KJSA 2015 ke PPIPTEK  

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perkembangan jumlah karya yang mengikuti KJSA ini dari tahun ke tahun mengalami peningkatan.

    Perkembangan jumlah karya yang mengikuti KJSA ini dari tahun ke tahun mengalami peningkatan.

    INFO NASIONAL - PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe) menyerahkan sembilan alat peraga sains hasil karya pemenang Kalbe Junior Scientist Award (KJSA) 2015 kepada Pusat Peraga Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PPIPTEK) di  Museum Pusat Peragaan IPTEK, TMII, Selasa, 15 Desember 2015. Alat peraga ini diserahkan Direktur Stem Cell and Cancer Institute (SCI), yang juga Ketua Umum KJSA 2015 Sandy Qlintang kepada Kepala Divisi Administrasi PPIPTEK Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Karya Subarman.

    Kerjasama Kalbe dan PPIPTEK untuk memamerkan karya sains pemenang KJSA di area Junior Innovation ini sudah dilakukan sejak tahun 2013. Alat peraga yang dipamerkan untuk tahun 2015 ini adalah 1) Bag Overweight Sensor, yakni alat untuk mendeteksi berat tas sekolah anak yang bertujuan untuk menjaga dari cedera punggung karena membawa beban buku yang terlalu berat karya Rafi Yudha Hidayat dari SD Islam Al Azhar 29 BSB Semarang ; 2) Mesin Box Pencuci Telur Semi Otomatis untuk mempercepat pencucian telur karya Farah Dennisa Imarini dan Aurora Btari Maharani PS dari SDN Kranggan 1 Mojokerto ; 3) SOLTIJA, yakni alas sepatu anti jamur karya Edward Pandji dari SD Intan Permata Hati Surabaya ; 4) Alat Pendeteksi Dini Kebakaran Lahan dan Hutan karya Saffana Rizqi Qinthara dari SD Muhammadiyah 2 Pontianak ; 5) Alat Peraga HaKuDu (hand sanitizer alami dari kulit durian) karya Bryan Tanamas dan Fairuz Zabadi Asyrofany dari SD Semesta Semarang ; 6) Alat Peraga Cleaner Umbrella karya Nurul Khorina Ilmi dan Diva Tsabita Shabrina Aziz dari SD Muhammadiyah Manyar Gresik ; 7) Alat Peraga Cara Sederhana Menentukan Jalan Berlubang yang Perlu Ditambal karya Alexander Fleming Setiadi dari SD Santo Yusup Bandung ; 8) Alat Peraga Soccer Math “Bima Kuat Kataku” karya Nabi Ibadurrahman Ervatra dan Muhammad Ali Zainal Abidin dari SDN Rawamangun 12 Pagi Jakarta ; 9) Alat Peraga Peringatan Dini Gas Habis karya Sharon Harjo Utomo dari Young Edu Sains Surakarta.

    Dalam sambutannya, Karya Subarman menyampaikan ajang KJSA yang diprakarsai Kalbe ini sangat luar biasa, dimana anak-anak  sudah diajarkan memiliki satu kepedulian terhadap apa yang ada di sekitarnya.  “Anak-anak bisa menciptakan suatu karya yang bisa dimunculkan secara luar biasa. Kami sangat mengapresiasi dan menyambut baik komitmen Kalbe yang secara berkesinambungan dalam mengenalkan sains kepada anak-anak dengan mewujudkan area Junior Innovation di PPIPTEK,” ujar Subarman.

    Ia berharap penempatan alat-alat peraga hasil karya pemenang KJSA ini bisa bermanfaat bagi pengunjung di Museum Pusat Peragaan IPTEK TMII, agar lebih peduli  terhadap lingkungannya.  Selain itu, ia juga menginginkan agar apa yang dilakukan Kalbe ini bisa mengubah perusahaan lain untuk ikut peduli  terhadap pendidikan, terutama terkait  ilmu pengetahuan dan teknologi.

    Sementara Sandy menyampaikan bahwa KJSA 2015 ini adalah yang kelima kalinya diadakan sejak 2011 lalu. Menurut dia, ajang ini merupakan wujud kepedulian Kalbe terhadap perkembangan sains di Indonesia, khususnya untuk mendorong anak-anak beralih ke bidang ini sejak dini.

    Perkembangan jumlah karya yang mengikuti KJSA ini dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Untuk 2015 ada 811 karya sains dari 237 sekolah di 22 provinsi yang ikut dalam ajang KJSA. Angka ini meningkat dari tahun lalu yang diikuti 718 karya sains dari 212 sekolah di 22 provinsi. Kategori karya sains yang dilombakan berupa teknologi terapan, ilmu pengetahuan alam, dan matematika. “Kami berharap ini dapat menjadi inspirasi bagi anak-anak lainnya untuk mau mengembangkan ilmunya  sejak dini. Mudah-mudahan ini dapat meningkatkan kesadaran anak-anak untuk mau belajar di bidang sains,” kata Sandy.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.