Presiden Jokowi ke Kupang, Ini Tiga Agendanya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo saat membuka Musyawarah Nasional (Munas) IV ADKASI di Jakarta, 17 Desember 2015. Munas IV ADKASI tahun ini mengambil tema Membangun Indonesia dari Daerah. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Presiden Joko Widodo saat membuka Musyawarah Nasional (Munas) IV ADKASI di Jakarta, 17 Desember 2015. Munas IV ADKASI tahun ini mengambil tema Membangun Indonesia dari Daerah. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Kupang - Presiden RI Joko Widodo akan hadir dalam puncak perayaan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) di Kupang, Nusa Tenggara Timur, yang digelar pada 20 Desember 2015.

    Puncak acara HKSN itu akan digabungkan dengan hari ulang tahun Nusa Tenggara Timur ke-57 dan Hari Ibu. Kegiatan itu akan dipusatkan di alun-alun rumah jabatan Gubernur Nusa Tenggara Timur.

    "Saya sekarang belum dapat kepastian kedatangan Presiden. Biasanya dua hari menjelang kegiatan itu baru ada kepastian," kata Gubernur Nusa Tenggara Timur Frans Lebu Raya, Kamis, 17 Desember 2015.

    Dia mengaku telah mengundang Presiden untuk menghadiri dua acara nasional yang digelar di Kupang itu. "Saya undang Presiden. Kata Presiden, Natal ketemu lagi ya," kata Frans.

    Pada kegiatan itu, Presiden juga dijadwalkan akan melakukan peletakan batu pertama pembangunan bendungan Rotiklot di Kabupaten Belu, serta memberikan bantuan berupa Kartu Indonesia Sehat, pintar, dan keluarga sejahtera.

    Sebelum puncak acara itu, menurut Gubernur, saat ini sedang berlangsung sejumlah kegiatan menyongsong HKSN, Hari Ibu, dan HUT Nusa Tenggara Timur, di antaranya balap sepeda Tour de Timor yang start dari Atambua, Belu, hingga Kota Kupang dengan jarak 300 kilometer. "Pembalap Tour de Timor sudah berada di Kota So'e menuju Kupang," katanya.

    Selain kedua event nasional itu, Nusa Tenggara Timur juga ditetapkan sebagai daerah yang merayakan Natal Nasional pada 28 Desember 2015. Kegiatan ini juga akan dihadiri Presiden RI Jokowi.

    YOHANES SEO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.