OC Kaligis Divonis, Velove Vexia Khusyuk Berdoa

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Putri dari terdakwa OC Kaligis, Velove Vexia menghadiri sidang ayahnya yang beragendakan pembacaan pembelaan (pledoi) di Pengadilan Tipikor, Jakarta, 25 November 2015. OC Kaligis dijerat tuntutan 10 tahun penjara dan denda Rp500 juta subsider 4 bulan kurungan. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Putri dari terdakwa OC Kaligis, Velove Vexia menghadiri sidang ayahnya yang beragendakan pembacaan pembelaan (pledoi) di Pengadilan Tipikor, Jakarta, 25 November 2015. OC Kaligis dijerat tuntutan 10 tahun penjara dan denda Rp500 juta subsider 4 bulan kurungan. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Velove Vexia, anak pengacara OC Kaligis, menghadiri sidang pembacaan putusan ayahnya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta. Ia ingin memberikan dukungannya untuk Kaligis.

    Menjelang putusan OC Kaligis, Velove mengaku tidak mempersiapkan apa pun kecuali doa. "Lebih banyak doa," katanya sambil mengelus punggung ayahnya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Kamis, 17 Desember 2015. Velove mengaku siap apa pun keputusannya.

    Velove mengatakan sejak ayahnya terjerat kasus, ia kehilangan banyak waktu bersama. "Biasanya kita teleponan atau makan bareng. Sekarang jadi enggak bisa," katanya. OC Kaligis tampak langsung berduaan dengan Velove sejak anaknya itu tiba di pengadilan. "Anak saya semua support, kasih dorongan untuk kuat," katanya.

    Sidang OC Kaligis hari ini kembali dihadiri puluhan keluarga besar dan kerabat Kaligis. Mereka kompak mengenakan pakaian berwarna putih dan memenuhi bangku di ruang sidang Tipikor. Rencananya, mereka akan membacakan puisi sebelum vonis dibacakan.

    Pengacara terdakwa kasus suap di Pengadilan Tata Usaha Negara Medan tersebut akan menjalani sidang pembacaan putusan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, hari ini, 17 Desember 2015. Menjelang vonis, OC Kaligis masih merasa tidak bersalah sama sekali. "Saya sampai hari ini merasa sama sekali tidak bersalah," katanya.

    Pengacara senior tersebut dituntut hukuman sepuluh tahun penjara oleh jaksa penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi. Ia juga dituntut membayar denda Rp 500 juta. OC Kaligis menganggap tuntutan tersebut tidak masuk akal dan merupakan tuntutan yang sentimentil. Menurut dia, seharusnya ia hanya dituntut dua sampai tiga tahun dan divonis bebas.

    VINDRY FLORENTIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.