Fadel Siap Gantikan Setya Novanto sebagai Ketua DPR  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Fadel Muhammad (tengah) dan Setya Novanto di resepsi pernikahan putrinya, Dwina Michaella, di Hotel Mulia, Jakarta, 4 Desember 2015. TEMPO/Bambang Harymurti

    Fadel Muhammad (tengah) dan Setya Novanto di resepsi pernikahan putrinya, Dwina Michaella, di Hotel Mulia, Jakarta, 4 Desember 2015. TEMPO/Bambang Harymurti

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Komisi XI DPR Fraksi Golkar Fadel Muhammad menyatakan siap jika ditunjuk menggantikan Setya Novanto menjadi Ketua DPR. “Saya siap menerima tugas apa pun yang ditugaskan partai oleh ketua umum, akan saya laksanakan dengan baik,” kata Fadel di kantornya pada Rabu malam, 16 Desember 2015.

    Fadel mengatakan rapat pemimpin Golkar akan memutuskan siapa saja yang duduk di kursi DPR dan DPRD kabupaten/kota. Dalam rapat tersebut, diputuskan yang mengisi kursi legislatif kriteria pertama adalah anggota yang ada dalam struktur organisasi partai. Kriteria kedua adalah yang memiliki suara terbesar, lalu pengalaman yang dimiliki. Selain itu, hak prerogatif ketua umum partai juga menjadi pertimbangan.

    Pada pemilihan Ketua DPR yang lalu, ujar Fadel, ada tiga nama yang memiliki suara terbanyak. Fadel, yang kala itu menjadi wakil ketua umum, mendapatkan suara tertinggi, lima kali dari suara Setya Novanto yang pada saat itu menjabat bendahara umum. Suara terbesar kedua diperoleh Ade Komarudin disusul Setya Novanto. “Sekarang Setya Novanto mundur, langkah yang diambil ketua umum adalah rapat pleno Dewan Pembina Partai (DPP) Golkar,” kata Fadel Muhammad.

    Hanya ada dua nama tersisa, yaitu Fadel Muhammad dan Ade Komarudin. Fadel mengatakan secara jujur menyerahkan keputusan tersebut pada ketua umum Golkar. Ia pun menilai tidak masalah jika ada calon lain pengganti Novanto selain ia dan Ade Komarudin. “Bisa saja ada penambahan nama, tapi harus dibawa ke rapat pleno DPP,” ujarnya.

    Fadel menilai, keputusan Novanto untuk mundur secara pribadi tepat untuk meredam ketegangan. Ia mengatakan situasi yang menimpa DPR terlalu memuncak. Mungkin Novanto, kata dia, ada perasaan tidak enak sehingga memutuskan mundur. “Dengan Novanto mundur, saya kira seperti gunung es mencair semua,” ujar Fadel.

    Jika terpilih menggantikan Novanto, Fadel Muhammad berjanji akan memperbaiki sistem birokrasi di DPR. Ia menekankan efisiensi dalam membuat undang-undang. “Lihat saja perkembangannya, yang paling benar adalah kami usahakan semua orang bersemangat bekerja, beberapa sistem kami perbaiki,” kata Fadel.



    DANANG FIRMANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.