Pasang Fiber Optik, Pekerja Hilang Terbawa Arus Sungai

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi sungai meluap. ANTARA/Nyoman Budhiana

    Ilustrasi sungai meluap. ANTARA/Nyoman Budhiana

    TEMPO.COTasikmalaya - Seorang pekerja pemasangan kabel fiber optik, Yadi (40 tahun), warga Cirebon, terjatuh dari pohon ketika sedang memasang kabel di pinggir Sungai Citanduy, tepatnya di Jembatan Citanduy, Kecamatan Sindangkasih, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Rabu 16 Desember 2015. Nahasnya, korban terjatuh ke bebatuan cadas di pinggir Sungai Citanduy, lalu tubuhnya tercebur ke sungai yang saat itu arusnya sangat deras.

    Tubuh korban sempat muncul ke permukaan namun tenggelam digulung arus Sungai Citanduy yang terkenal ganas, terlebih saat ini musim hujan. Saksi yang merupakan pengawas pemasangan fiber optik, Arif Wibowo mengatakan, saat kejadian korban sedang bekerja bersamanya. Saat itu, korban berusaha memasang kabel, sedangkan dirinya bertugas mengatur lalu lintas di sekitar Jembatan Citanduy. "Saya mengatur lalu lintas di jalan, teman saya yang pasang kabelnya," katanya saat ditemui di lokasi kejadian.

    Saat kejadian, posisi Arif membelakangi korban. Tiba-tiba dia mendengar ada suara terjatuh dan suara orang tercebur. "Saat dilihat, teman saya sudah jatuh," jelas dia.

    Setelah korban terjatuh, Arif melanjutkan, tubuh korban sempat muncul ke permukaan sungai. Namun, kemudian tenggelam. "Kelihatannya pingsan. Saya mau menolong, tidak bisa, terlalu curam," katanya.

    Menurut Arif, korban dengan bantuan tangga berusaha menaiki sebuah pohon untuk memasang kabel fiber optik. Setelah anak tangga terakhir, korban memanjat pohon untuk memasang kabel. "Korban sedang naik ke pohon untuk memasang kabel," kata Arif.

    Arif menduga, dahan pohon tempat pijakan kaki korban patah. Tubuh korban terjatuh ke bantaran sungai lalu tercebur. "Diduga dahan patah lalu jatuh," ujarnya.

    Kasat Sabhara Polres Tasikmalaya Kota, Ajun Komisari Dani Prasetya mengatakan, pihaknya mendapat laporan ada warga yang terjatuh ke sungai. Saat tiba di lokasi, petugas menemukan topi, tas kecil dan telepon genggam milik korban di bebatuan cadas di bantaran sungai. "Kami dan BPBD, relawan langsung mencari korban. Namun hingga sore ini belum ditemukan" jelasnya.

    Tim gabungan hingga Rabu sore terus melakukan penyisiran di Sungai Citanduy untuk mencari korban. "Kami harap bisa segera ditemukan," ucap Dani.

    CANDRA NUGRAHA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.