Tahun Baru, Jokowi Ingin Indonesia Rayakan Secara Sederhana  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi memberikan keterangan pers terkait proses sidang MKD DPR RI di Istana Negara, Jakarta, 15 Desember 2015. Sidang etik Ketua DPR Setya Novanto di MKD ini terkait kasus pencatutan nama Presiden dan Wapres dalam lobi kontrak PT Freeport Indonesia. ANTARA/Yudhi Mahatma

    Presiden Jokowi memberikan keterangan pers terkait proses sidang MKD DPR RI di Istana Negara, Jakarta, 15 Desember 2015. Sidang etik Ketua DPR Setya Novanto di MKD ini terkait kasus pencatutan nama Presiden dan Wapres dalam lobi kontrak PT Freeport Indonesia. ANTARA/Yudhi Mahatma

    TEMPO.COJakarta - Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan Presiden Joko Widodo meminta masyarakat dan pengelola hotel tidak mengadakan perayaan Natal dan Tahun Baru secara glamor. Jokowi, kata Pramono, mengimbau perayaan Natal dan Tahun Baru dilakukan dengan cara sederhana.

    "Tadi Presiden juga menyampaikan kepada warga yang akan menyambut Natal dan Tahun Baru agar dirayakan secara sederhana, tak berlebihan," kata Pramono, di Kantor Presiden, Rabu, 16 Desember 2015. "Karena perlu keteladanan perayaan berjalan baik tanpa harus berlebihan, terutama yang diselenggarakan oleh hotel agar tak mengalami kecemburuan."

    Pramono juga mengatakan Jokowi sudah memantau dan menginstruksikan jajaran terkait dengan pengamanan malam Natal dan Tahun Baru. Presiden, kata dia, meminta pelaksanaan perayaan Natal dan Tahun Baru berjalan dengan aman tanpa adanya konflik dan aksi terorisme radikal.

    Dia juga mengatakan pemerintah akan menjamin harga bahan pokok tidak akan mengalami peningkatan pada perayaan Natal dan Tahun Baru. "Pemerintah siap menyambut Natal dan Tahun Baru, kebutuhan bahan pokok akan terjaga, dan tak akan ada kenaikan harga karena inflasi ditahan dengan baik," kata Pramono.

    Pramono juga mengatakan Presiden Joko Widodo akan merayakan Natal selama 5 sampai dengan 7 hari di beberapa tempat di Indonesia Timur. Di antaranya, kata dia, Kupang, Nusa Tenggara Timur dan Papua.

    REZA ADITYA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.