Surati OC Kaligis, Evy Susanti: Jangan Jadikan Kami Tumbal  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Sumatera Utara, Gatot Pujo Nugroho mengenakan rompi tahanan dikawal ketat petugas keluar dari gedung KPK, Jakarta, 3 Agustus 2015. KPK resmi menahan Gatot Pujo Nugroho dan istri mudanya, Evy Susanti karena diduga terlibat kasus penyuapan kepada hakim dan panitera Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Kota Medan. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Gubernur Sumatera Utara, Gatot Pujo Nugroho mengenakan rompi tahanan dikawal ketat petugas keluar dari gedung KPK, Jakarta, 3 Agustus 2015. KPK resmi menahan Gatot Pujo Nugroho dan istri mudanya, Evy Susanti karena diduga terlibat kasus penyuapan kepada hakim dan panitera Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Kota Medan. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.COJakarta - Evy Susanti, istri Gubernur nonaktif Sumatera Utara Gatot Pudjo Nugroho, mengaku telah mengirim surat kepada terdakwa kasus suap di Pengadilan Tata Usaha Negara Otto Cornelis Kaligis. Dalam suratnya, Evy meminta Kaligis terbuka mengenai dalang dalam kasus suap tersebut.

    Evy mengakui perihal surat itu saat bersaksi di persidangan M. Yagari Bhastara Guntur alias Gary. Ia mengatakan Kaligis harus terbuka karena banyak orang terseret ke dalamnya. "Jangan jadikan kami tumbal," kata Evy menceritakan isi surat tersebut di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Rabu, 16 Desember 2015. Surat tersebut ditembuskan pula kepada Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi.

    Evy merupakan terdakwa kasus suap hakim dan panitera di PTUN Medan. Ia memberikan uang kepada OC Kaligis dan Gary untuk menyuap Ketua PTUN Medan sekaligus ketua majelis hakim, Tripeni Irianto Putro; anggota majelis hakim, Dermawan Ginting dan Amir Fauzi; serta panitera, Syamsir Yusfan. Ia mengeluarkan uang sejumlah US$ 30 dan Rp 50 juta. OC Kaligis meminta tambahan Rp 25 juta lagi.

    Suap ditujukan agar kasus yang ditangani OC Kaligis menang di PTUN Medan. Kaligis merupakan pengacara untuk Fuad Lubis, mantan Kepala Biro Keuangan Sumatera Utara. Saat itu, Fuad menggugat surat panggilan kepada dirinya oleh Kejaksaan Tinggi Medan terkait dengan kasus bantuan sosial. Surat gugatan dilayangkan ke PTUN Medan karena penyelidikan kasus tersebut sudah diambil alih Kejaksaan Agung. Pembayaran ditagihkan kepada Evy karena agar posisi Gatot aman dan tidak ikut terseret kasus.

    Evy sendiri membantah bahwa uang yang ia berikan kepada OC Kaligis dan Gary sebagai uang untuk menyuap. Ia mengatakan uang tersebut merupakan bayaran Kaligis sebagai pengacara. Ia juga membantah memonitor langsung perkembangan suap melalui Gary.

    Namun dalam dakwaan OC Kaligis yang dibacakan jaksa di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin, 31 Agustus 2015, disebutkan bahwa Evy sempat menelepon pengacara Gary untuk memastikan uang suap sejumlah US$ 30 ribu dan Rp 50 juta sudah aman, dan Gary tak ditangkap tangan. Ia menyatakan khawatir Gary ditangkap tangan saat Gary lama membalas pesan.

    VINDRY FLORENTIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kakak Adik Marc dan Alex Marquez di Tim Honda, Tandem atau Rival?

    Honda resmi menunjuk Alex Marquez menjadi tandem Marc Marquez. Adik dan Kakak itu akan bertandem dalam satu tim. Atau akan bersaing?