Evy Susanti Bantah Monitor Suap di PTUN Medan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Istri Gubernur Sumut non-aktif Gatot Pujo Nugroho, Evy Susanti menjadi saksi di persidangan kasus suap kepada anggota DPR terkait penyelidikan di Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara dan Kejaksaan Agung, Patrice Rio Capella di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, 16 Novemebr 2015. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Istri Gubernur Sumut non-aktif Gatot Pujo Nugroho, Evy Susanti menjadi saksi di persidangan kasus suap kepada anggota DPR terkait penyelidikan di Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara dan Kejaksaan Agung, Patrice Rio Capella di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, 16 Novemebr 2015. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.COJakarta - Evy Susanti, istri Gubernur nonaktif Sumatera Utara Gatot Pudjo Nugroho, bersaksi di persidangan M. Yagari Bhastara Guntur alias Gary. Ia membantah memonitor langsung perkembangan suap di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Medan melalui Gary.

    "Saya tidak pernah menanyakan soal sidang kepada Gary," kata Evy di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Rabu, 16 Desember 2015. Pertanyaan tentang sidang hanya seputar apakah sidangnya sudah selesai dan bagaimana sidangnya. Terkait dengan suap kepada hakim dan panitera untuk memenangkan gugatan, ia mengaku tidak pernah menanyakannya.

    Evy mengatakan baru mengetahui ada aliran dana untuk tiga orang hakim dan seorang panitera setelah ditetapkan sebagai tersangka. Ia mengaku selama ini uang yang diberikan kepada OC Kaligis hanyalah lawyer fee. "Saya cuma bayar uang seperti yang ditagihkan kepada saya," kata Evy. Uang tersebut kemudian dikirim ke rekening kantor pengacara OC Kaligis.

    OC Kaligis menerima bayaran atas pekerjaannya sebagai pengacara untuk Fuad Lubis, mantan Kepala Biro Keuangan Sumatera Utara. Saat itu Fuad menggugat surat panggilan kepada dirinya oleh Kejaksaan Tinggi Medan terkait dengan kasus bantuan sosial. Surat gugatan dilayangkan ke PTUN Medan karena penyelidikan kasus tersebut sudah diambil alih Kejaksaan Agung.

    Pembayaran ditagihkan kepada Evy karena Gatot merasa posisinya terancam dan ikut terseret kasus. Gatot akhirnya menyewa OC Kaligis agar gugatan dimenangkan. Pengacara senior tersebut kemudian menyuap hakim dan panitera sehingga gugatannya menang. Uang sogokan dari Evy diberikan kepada hakim dan panitera melalui Gary. Gary pun ditangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi di Medan pada 9 Juli 2015.

    Dalam dakwaan OC Kaligis yang dibacakan jaksa di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin, 31 Agustus 2015, Evy sempat menelepon pengacara Gary untuk memastikan uang suap sejumlah US$ 30 ribu dan Rp 50 juta sudah aman, dan Gary tak ditangkap tangan. Ia menyatakan khawatir Gary ditangkap tangan saat Gary lama membalas pesan.

    VINDRY FLORENTIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.