Setya Novanto Undur Diri, Rumah Ical Sepi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah demonstran yang tergabung dalam Jaringan Pemantau Kewenangan (JPK) melakukan solat magrib berjamaan usai menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR, Senayan, Jakarta, 16 Desember 2015. Massa yang tergabung dalam Jaringan Pemantau Kewenangan (JPK) mendesak Ketua DPR RI, Setya Novanto mundur dari jabatannya. TEMPO/Iqbal Ichsan

    Sejumlah demonstran yang tergabung dalam Jaringan Pemantau Kewenangan (JPK) melakukan solat magrib berjamaan usai menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR, Senayan, Jakarta, 16 Desember 2015. Massa yang tergabung dalam Jaringan Pemantau Kewenangan (JPK) mendesak Ketua DPR RI, Setya Novanto mundur dari jabatannya. TEMPO/Iqbal Ichsan

    TEMPO.COJakarta - Rumah Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie alias Ical sepi seusai Setya Novanto mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Ketua DPR. Surat Setya Novanto dibacakan dalam sidang Mahkamah Kehormatan Dewan Perwakilan Rakyat pada malam ini. Di rumah tersebut hanya tampak dua orang petugas keamanan yang berjaga di pos satpam.

    Menurut salah seorang petugas keamanan yang tak ingin memberitahukan namanya, Ical tidak berada di rumah yang terletak di Jalan Ki Mangunsarkoro Nomor 42, Menteng, Jakarta Pusat, tersebut. Dia pun mengatakan tidak ada seorang pun tamu yang mengunjungi rumah Ical, termasuk Novanto.

    "Enggak ada di rumah. Bapak (Ical) pergi sudah dari tadi pagi. Saya juga enggak tahu ke mana. Itu intern," kata petugas keamanan itu pada Rabu, 16 Desember 2015, saat dikonfirmasi mengenai keberadaan Ical.

    Berdasarkan pantauan Tempo, di halaman rumah Ical hanya ada dua unit mobil berwarna putih. Salah satu mobil yang terlihat dari pintu gerbang adalah mobil Toyota Alphard dengan pelat nomor B 164 NB. Tak terlihat aktivitas berarti di dalam salah satu rumah mewah yang berada di kawasan Menteng tersebut.

    Setya Novanto akhirnya mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Ketua DPR. Surat pengunduran dirinya diserahkan kepada pimpinan DPR, dan salinannya diberikan kepada MKD malam ini. Dalam surat pengunduran diri tersebut, Setya juga memohon maaf atas kekhilafan yang terjadi. Setya juga mengatakan sikapnya tersebut ia ambil dengan dilandasi rasa hormatnya kepada semua rakyat Indonesia dan mencermati perkembangan sidang etik di MKD.

    Dengan pengunduran diri tersebut, MKD, yang tengah bersidang untuk memutuskan sanksi atas kasus dugaan permintaan saham dengan mencatut nama Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang dilakukan oleh Novanto, menutup kasus pelanggaran etik yang dilakukan Novanto. MKD memutuskan bahwa terhitung mulai hari ini Novanto bukan lagi Ketua DPR. Padahal, mayoritas anggota berpendapat Novanto harus mendapatkan sanksi sedang dan dicopot sebagai Ketua DPR.

    ANGELINA ANJAR SAWITRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.