Golkar Siapkan Pengganti Setya Novanto Pekan Ini

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Setya Novanto berjalan keluar ruangan seusai menjalani sidang etik Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, 7 Desember 2015. Sidang yang berlangsung tertutup tersebut berlangsung selama kurang lebih lima jam. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Setya Novanto berjalan keluar ruangan seusai menjalani sidang etik Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, 7 Desember 2015. Sidang yang berlangsung tertutup tersebut berlangsung selama kurang lebih lima jam. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta- Wakil Ketua Umum Golkar Agung Laksono memastikan partainya akan mempersiapkan nama pengganti Setya Novanto sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat pada pekan ini. Agung mengatakan segera mengadakan rapat internal guna membahas masalah ini.

    "Akan dicari yang terbaik, memenuhi persyaratan, berkapasitas, dan punya track record baik supaya tak ada masalah seperti ini di masa depan," ujar Agung ketika dihubungi, Rabu, 16 Desember 2015.

    Agung menjamin akan mendengarkan usulan kubu-kubu yang berseteru di lingkup internal Golkar mengenai pengganti Setya Novanto. Ketika dimintai konfirmasi tentang sejumlah politikus yang disebut-sebut akan menggantikan Novanto, Agung enggan menjawab. "Saya belum menyebutkan nama. Pasti akan dipilih yang terbaik," kata dia.

    Belakangan ini, sejumlah politikus Golkar yang ramai disebut akan menggantikan Novanto antara lain Ade Komaruddin, Fadel Muhammad, dan Azis Syamsuddin.

    Menurut Agung, sebaiknya seluruh pimpinan DPR dikocok ulang. Jadi, tak hanya Novanto yang diganti. "Komposisinya bisa dibicarakan apakah bisa dikembalikan ke UU MD3 atau sistem paket seperti kemarin," ujar Agung.



    TIKA PRIMANDARI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.