PDIP, PPP, Gerindra: Setya Novanto Lakukan Pelanggaran Berat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bendahara Partai Golkar Setya Novanto. ANTARA/Wahyu Putro A

    Bendahara Partai Golkar Setya Novanto. ANTARA/Wahyu Putro A

    TEMPO.CO, Jakarta - Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Fraksi Partai Persatuan Pembangunan dan Fraksi Partai Gerindra sepakat bahwa Ketua DPR Setya Novanto telah melakukan pelanggaran etika berat. Dengan pelanggaran itu, maka Setya harus diberhentikan dari parlemen.

    Pelanggaran berat ini dilakukan Setya ketika menemui Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin di Hotel Ritz Carlton, SCBD, di luar kompleks DPR, membahas sesuatu yang bukan menjadi kewenangannya, yakni perpanjangan kontrak PT Freeport Indonesia.

    Terpopuler: Sanksi Setya Novanto

    Sikap PDIP dibacakan politikus mereka di MKD M Prakosa. Sikap PPP dibacakan politikus mereka Dimyati Natakusumah, dan sikap Gerindra dibacakan Sufmi Dasco dan Supratman.

    Jika disepakati oleh MKD, maka untuk menindaklanjuti keputusan ini, maka Setya Novanto harus diberhentikan dari kursinya sebagai Ketua DPR dan sebagai anggota DPR. MKD harus membentuk sebuah panel adhoc untuk menindaklanjuti putusan ini.

    WAHYU DHYATMIKA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.