Setya Novanto Didesak Mundur di Dapil Sendiri

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pendemo bertopeng Riza Chalid dan ketua DPR Setya Novanto, duduk di dalam kurungan dalam aksi Anggota Komite Penyelamat Nawacita di depan Gedung KPK, Jakarta, 15 Desember 2015. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    Pendemo bertopeng Riza Chalid dan ketua DPR Setya Novanto, duduk di dalam kurungan dalam aksi Anggota Komite Penyelamat Nawacita di depan Gedung KPK, Jakarta, 15 Desember 2015. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Kupang - Puluhan mahasiswa di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), menggelar unjuk rasa menuntut Ketua DPR Setya Novanto mundur dari jabatannya sebagai Ketua DPR, Rabu, 16 Desember 2015. NTT adalah daerah pemilihan Setya Novanto ketika maju sebagai anggota Dewan.

    Aksi tersebut dilakukan puluhan mahasiswa yang kecewa terhadap kinerja majelis Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) yang dinilai tak mendukung aspirasi rakyat terkait dengan kasus "Papa Minta Saham". Selain menggelar unjuk rasa, mahasiswa membentangkan spanduk dan membubuhi tanda tangan sebagai tanda protes terhadap Setya Novanto.

    Leonardus Liwun, koordinator aksi, mengatakan pelanggaran etik yang dilakukan Novanto telah memperburuk citra masyarakat NTT sebagai representasi di DPR. Karena itu, mereka mendesak Novanto mundur karena telah mengkhianati mandat warga.

    "Ini merupakan gerakan moral untuk mendukung MKD dalam kasus Setya Novanto ini agar memutuskan secara profesional, secara integritas, supaya bisa benar-benar membawa aspirasi dari masyarakat. Saya percaya MKD pasti memutuskan yang terbaik," ucapnya.

    Aksi mahasiswa ini mendapat simpati dari masyarakat ataupun para pelajar yang kebetulan melintas dengan ikut membubuhkan tanda tangan pada kain putih sebagai bentuk dukungan untuk mencabut mandat Setya Novanto sebagai wakil NTT di Senayan.

    YOHANES SEO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.