Selasa, 17 September 2019

Sawah Enceng Gondok Pun Jadi Obyek Orang Selfie

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung  berfoto di antara bunga tanaman enceng gondok di desa Karangasem, Palbapang, Bantul, Yogyakarta, 14 Desember 2015. TEMPO/Pius Erlangga

    Pengunjung berfoto di antara bunga tanaman enceng gondok di desa Karangasem, Palbapang, Bantul, Yogyakarta, 14 Desember 2015. TEMPO/Pius Erlangga

    TEMPO.CO, Bantul - Hanifah (17) berdiri sumringah di pematang sawah seluas separuh lapangan bola. Di depannya, terhampar ribuan tanaman enceng gondok dengan bunga merekah berwarna putih keunguan. "Saya tahu ada ini dari instagram," kata Hanifah pada Selasa, 15 Desember 2015.

    Dia berkunjung ke sawah di Dusun Karangansem, Desa Palbapang, Bantul itu bersama dua rekannya, Amel dan Dian. Saat ditemui Tempo, Hanifah sedang menunggu mereka berfoto selfie dengan belasan pose di atas rakit bambu yang mengambang di tengah hamparan enceng gondok.

    Ketiganya mengaku masih berstatus pelajar SMA di Kecamatan Godean, Sleman. Mereka menempuh perjalanan 30-an kilometer demi mendapatkan foto selfie berlatar sawah yang penuh bunga enceng gondok. "Hari ini pelajaran kosong di sekolah, kami bisa pulang lebih awal," ujar Hanifah.

    Selain tiga remaja tadi, puluhan pengunjung lain juga tampak memadati tempat itu. Sebagian malah masih berseragam sekolah. Para pemuda di Dusun Karangasem menarik biaya parkir kendaraan sebesar Rp2000 dan menyewakan payung dengan harga yang sama untuk berjaga-jaga kalau hujan datang.

    Hari, salah satu pemuda Karangasem, mengatakan ratusan orang menyambangi sawah di pinggir jalan desa itu sejak akhir pekan kemarin. Pada hari Ahad lalu, ratusan orang malah terus berdatangan sejak pagi hingga petang. "Minggu kemarin ada 400-an orang yang datang. Hasil sewa lahan parkir kami pakai untuk kas organisasi pemuda di sini," kata dia.

    Pemilik sawah, Karsono (48) mengatakan lahannya telah penuh dengan tanaman enceng gondok sejak 2008 lalu. Saat itu, dia membiarkan sawahnya terbengkalai karena tak lagi layak ditanami padi. "Sejak itu banyak enceng gondok tumbuh sendiri, setiap musim hujan bunganya tumbuh," kata Ketua RT 07, Dusun Karangansem tersebut.

    Menurut dia panen padi di sawahnya terus memburuk pasca gempa Bantul 2006. Air dari sungai di dekatnya juga mudah masuk ke sawah tapi sulit keluar lagi. Debit air yang berlebihan di sawah membuat lahan itu semakin susah ditanami.

    Sebenarnya, enceng gondok di sawahnya sudah rutin berbunga di setiap musim hujan sejak enam tahun lalu. Sebagian tetangganya suka memakai tanaman jenis gulma ini untuk memberikan makan ternak Itik.

    Tahun ini sebarannya semakin rapat hingga memadati hampir semua areal sawah. "Mungkin karena ada yang menyebar fotonya di internet, jadi rame pengunjung sekarang," kata dia.

    ADDI MAWAHIBUN IDHOM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Profil Ketua KPK Firli Bahuri dan Empat Wakilnya yang Dipilih DPR

    Lima calon terpilih menjadi pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi untuk periode 2019-2023. Firli Bahuri terpilih menjadi Ketua KPK.