Gedung SD Ambruk, DPRD Blitar Curiga Ada Permainan Proyek  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lokasi bangunan yang ambruk di Sekolah Dasar Negeri 03 di Jalan Haji Ten Raya, Rawamangun, Pulogadung, Jakarta Timur, Rabu (7/11). TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    Lokasi bangunan yang ambruk di Sekolah Dasar Negeri 03 di Jalan Haji Ten Raya, Rawamangun, Pulogadung, Jakarta Timur, Rabu (7/11). TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.CO, Blitar - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Blitar mengusut ambruknya gedung Sekolah Dasar Nageri 04 Bakung, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar, pada 10 Desember 2015. Anggota Fraksi Kebangkitan Bangsa DPRD Kabupaten Blitar, Panoto, mencurigai ada kesalahan teknis dalam pembangunannya. Insiden itu meruntuhkan seluruh atap ruang kelas berangka galvalum hingga menimpa bangku dan meja kelas. ”Kami akan lacak mulai proses tender hingga pengerjaannya,” katanya, Selasa, 15 Desember 2015.

    Kecurigaan ini didasari usia bangunan yang baru didirikan dua tahun lalu itu. Sebagai bangunan baru, kualitas bangunan patut dipertanyakan setelah porak-poranda diterjang hujan. DPRD akan memeriksa Dinas Pendidikan selaku pemegang anggaran dan pelaksana proyek untuk dimintai pertanggungjawaban. Sedangkan dinas pendidikan setempat ngotot ambruknya bangunan berusia dua tahun itu akibat hujan deras.

    Akibat ambruknya ruang kelas itu, siswa terpaksa dipindahkan ke rumah warga dan musala sebagai tempat belajar darurat. Kepala SDN 04 Bakung, Haryono, mengatakan ruang kelas itu ambruk sekitar pukul 10.00. Tanpa disertai tanda-tanda lebih dulu, seluruh atap kelas jatuh menimpa bangku siswa berikut rangka dan genting. “Pada hari itu, anak-anak sudah kami pulangkan lebih dulu.”

    Haryono mengaku tidak tahu persis penyebab ambruknya ruang kelas itu. Namun dia membenarkan bahwa sebelumnya terjadi hujan deras selama tiga hari berturut-turut. Namun ia heran bangunan yang baru berdiri dua tahun silam itu ambruk.

    Kepala Bidang TK SD Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar Muhajirin ngotot bahwa kerusakan bangunan sekolah itu akibat hujan deras dan angin kencang. Dia berdalih hujan yang turun selama tiga hari membuat rangka atap tak mampu menahan beban yang melebihi kapasitas. “Ini murni bencana alam, bukan sebab lain.”

    Pemerintah Kabupaten Blitar berjanji menyelesaikan perbaikan gedung sekolah itu selama dua bulan ke depan. Sebab, perbaikan tak bisa dilaksanakan hari ini karena telah memasuki akhir tahun anggaran.

    Tak hanya memeriksa soal kasus gedung SD ambruk itu, DPRD juga akan mengevaluasi seluruh kondisi bangunan sekolah di Kabupaten Blitar. Hal itu dilakukan untuk memastikan keamanan peserta didik pada musim hujan seperti saat ini.

    HARI TRI WASONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.