Papa Minta Saham, Jokowi Ingin MKD Dengarkan Publik  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla saat menghadiri rapat terbatas Asian Games ke-18 Tahun 2018 di Kantor Presiden, Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, 11 Desember 2015. TEMPO/Subekti

    Presiden Joko Widodo bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla saat menghadiri rapat terbatas Asian Games ke-18 Tahun 2018 di Kantor Presiden, Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, 11 Desember 2015. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Staf Presiden Teten Masduki mengatakan Presiden Joko Widodo berharap Mahkamah Kehormatan Dewan Perwakilan Rakyat menghasilkan putusan yang adil esok mengenai dugaan pelanggaran etik Ketua DPR Setya Novanto.

    "Kami tahu bahwa Presiden sangat berharap pada putusan yang fair," kata Teten di Kompleks Istana, Jakarta, Selasa siang, 15 Desember 2015.

    Teten menerangkan, Presiden Jokowi ingin MKD mempertimbangkan fakta-fakta di lapangan sebelum mengambil keputusan. Selain itu, Presiden juga berharap MKD mendengarkan kehendak publik terkait dengan kisruh dugaan pelanggaran etik oleh Ketua DPR Setya Novanto itu. "Bahasanya Presiden, kan lihat fakta, jangan mengingkari kehendak publik," katanya.  

    SIMAK: Junimart: Sanksi Untuk Setya Novanto Harus Akumulasi

    Siang tadi, Presiden Jokowi menyampaikan harapannya dalam putusan sidang dugaan pelanggaran etik Setya Novanto yang digelar esok. Dalam sebuah konferensi pers di Istana Negara, Jokowi berharap seluruh anggota MKD mendengarkan fakta di lapangan. Ia juga berharap, dalam membuat keputusan, MKD mendengar suara publik. Jokowi mengaku selalu memantau dan mengikuti jalannya sidang-sidang MKD.

    Menurut Teten, Jokowi meminta semua pihak untuk cooling down dalam kisruh pembahasan perpanjangan kontrak karya PT Freeport Indonesia ini. Presiden, kata dia, meminta jangan ada yang menambah kegaduhan. Apalagi keputusan Presiden Jokowi mengenai perpanjangan kontrak Freeport tidak berubah. "Masalah diperpanjang atau tidak akan dibicarakan pada 2019," kata Teten. 



    ANANDA TERESIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.