Sabtu, 26 Mei 2018

Bandung Kota Kreatif Versi Unesco, Ini Target Ridwan Kamil

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pengerajin rajut mengikuti Lomba Merajut Kreatif Wajah Walikota Bandung di Sentra Rajut Binong Jati, Bandung, 25 Oktober 2014. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    Sejumlah pengerajin rajut mengikuti Lomba Merajut Kreatif Wajah Walikota Bandung di Sentra Rajut Binong Jati, Bandung, 25 Oktober 2014. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    TEMPO.CO, Bandung - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengaku bangga kotanya dinobatkan oleh Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan PBB (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization- UNESCO) sebagai salah satu dalam jaringan kota kreatif UNESCO Creative Cities Network.

    "Alhamdulillah 11 Desember 2015 kemarin Unesco menganugerahi Bandung sebagai kota dunia bidang desain," kata Ridwan Kamil di Bandung, Senin 14 Desember 2015.

    Menurut Ridwan Kamil, persiapan untuk menjadi salah satu jaringan kota kreatif dunia cukup panjang. Bahkan, pendaftaran ke Unesco dilakukan sebelum dirinya menjadi wali kota. Pada saat itu dia masih memimpin Bandung Creative City Forum (BCCF).

    "Persiapan panjang, penilaiannya ketat. Kami menunggu tiga tahun daftar, sejak saya belum jadi wali kota pada 2012. Tahun lalu gagal karena ada persyaratan belum terpenuhi. Diluar dugaan ternyata tahun ini dianugerahi itu," bebernya.

    Ridwan Kamil mengungkapkan, ada beberapa indikator dalam penilaian agar bisa masuk dalam jaringan kota kreatif dunia versi Unesco. "Ada beberapa bisnis di bidang desain, ada institusi pendidikan di bidang desain dan ada komitmen pemerintah, kan ada komite ekonomi kreatif itu sangat dihargai," imbuhnya.

    Selain itu, taman-taman di Kota Bandung yang di desain cukup menarik juga menjadi salah satu acuan. "Kita juga desain ruang publik dengan standar internasional. Seperti alun-alun itu standar minimal. Paling baru nanti ada di Babakan Siliwangi," jelasnya.

    Untuk mempertahankan predikat sebagai kota kreatif dunia, Ridwan Kamil berharap warganya tetap mengedepankan desain unik dalam membuat karya atau inovasi kreatif. "Artinya segala unsur kehidupan di Kota Bandung harus punya nilai tambah, disain progresif. Enggak boleh membuat sesuatu yang biasa-biasa aja. Standarnya harus kelas dunia," bebernya.

    Ridwan Kamil menambahkan, Kota Bandung sudah mulai menatap persaingan dalam segi apapun di level internasional. "Ini membuktikan energi kreatif Bandung tidak hanya diakuai secara nasional, tapi diakui secara internasional. Harus kita buktikan Bandung memang layak naik kelas ke kelas dunia," katanya.

    PUTRA PRIMA PERDANA


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Merapi Kembali Menunjukkan Tanda-Tanda Letusan Magmatis Pada 2018

    Merapi merupakan salah satu gunung paling aktif di Indonesia, ini rekaman sejarah erupsi Merapi menurut Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral.