Sumber Air Tiga Rasa Diperebutkan PDAM dan Seorang Penduduk

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ILUSTRASI - Air bersih. SUMBER FOTO : http://www.shutterstock.com/ (KOMUNIKA ONLINE)

    ILUSTRASI - Air bersih. SUMBER FOTO : http://www.shutterstock.com/ (KOMUNIKA ONLINE)

    TEMPO.CO, Ponorogo - Aparat Kepolisian Resor Ponorogo, Jawa Timur, sedang menyelidiki dugaan penyerobotan lahan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) oleh seorang penduduk bernama Sugeng Abdul Wahab. Sugeng mengklaim memiliki sertifikat atas tanah yang berada di sumber air tiga rasa di Dusun Pucuk, Desa Wagir Lor, Kecamatan Jenangan.

    "Kami masih meminta keterangan saksi-saksi termasuk pengukur tanah dan terlapor tentang perusakan batas obyek pajak," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Ponorogo Ajun Komisaris Hasran, Senin, 14 Desember 2015.

    Hasran mengatakan, penyidik bakal mendatangi lokasi sumber air tiga rasa untuk mengecek kondisi lapangan dan mengetahui benar-tidaknya laporan yang disampaikan Jaksa Jumat pekan lalu. "Karena obyek yang dipermasalahkan adalah aset negara. Kalau memang ada perusakan ranahnya ke pidana," kata Hasran menjelaskan.

    Dihubungi terpisah, Irawan Jati Mustiko, jaksa dari Kejaksaan Negeri Ponorogo, mengatakan bahwa lahan yang diduga diserobot oleh Sugeng itu berada di dekat bak pengolahan air.  "Dia berkeras kalau lahannya diserobot PDAM. Itu tidak mungkin karena bak penampungan air sudah ada sebelum si warga memiliki sertifikat tanah di dekat aset PDAM," ujar Irawan.

    Irawan menambahkan, permasalahan lahan sumber air tiga rasa ini juga masuk ranah perdata dan perkaranya tengah bergulir di Pengadilan Negeri Ponorogo. PDAM digugat oleh Sugeng.  "Untuk perkara perdatanya, pemeriksaan setempat akan dilakukan besok," ucap Irawan.

    Sumber air tiga rasa di wilayah Kecamatan Jenangan ini memiliki memang miliki tiga rasa yakni asam, getir, dan asin. Sejak 1975, sumber di daerah aliran sungai itu mulai dikelola oleh PDAM Ponorogo. Adapun airnya diolah sehingga berasa tawar dan dikonsumsi sejumlah pelanggan.

    NOFIKA DIAN NUGROHO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.