Pria Ini Keliling Indonesia Mencari Pengganti Bung Karno

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Sukarno. Britanica photo library

    Presiden Sukarno. Britanica photo library

    TEMPO.COBangkalan - Sakiman Harsono berjalan gontai di antara lalu-lalang kendaraan di sebuah jalan di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, pada Senin siang, 14 Desember 2015. Dia hanya beralaskan sandal jepit putih.

    Sebuah ransel kecil hijau menempel di punggungnya. Ransel itu dibingkai ranting kayu pohon jambu yang setiap sisinya terpasang bendera merah putih kecil. Pada bagian atas ransel itu ada sebuah papan bertulis "napak tilas keliling Indonesia". 

    "Saya perkirakan misi ini baru akan selesai selama 4 tahun," kata pria tamatan SMA itu, ketika diajak berbincang.

    Memulai perjalanan dari Pekalongan pada 12 Desember 2014, lelaki 39 tahun itu mengaku telah menjelajahi seluruh wilayah Jawa dan Sumatera. Saat ini, dia menuturkan, berada di Pulau Madura untuk bertolak menuju Papua. 

    Sakiman mengatakan, kisruh politik di Tanah Air menjadi latar belakang dari perjalanannya melakukan napak tilas. Dia bosan dengan tokoh-tokoh politik nasional yang dinilainya berlakon layaknya pemain sinetron penuh kepalsuan. 

    Dia pun berikrar untuk melakukan perjalanan mengunjungi semua tempat yang pernah disinggahi Presiden pertama Indonesia, Sukarno. Dia ingin kelak muncul pemimpin seperti Bung Karno. "Jokowi (Joko Widodo) tidak seperti Bung Karno, dia masih belajar," kata Sakiman.

    Sakiman mengaku tidak membawa bekal khusus di sepanjang perjalanan yang sudah dilakukannya selain beberapa lembar baju dalam ranselnya. Tak ada uang sepeser pun dalam sakunya. 

    Namun Sakiman menyatakan tak khawatir kelaparan atau kehausan. "Yang penting saya menjaga air putih karena selalu ada rezeki dari Tuhan," katanya. 

    MUSTHOFA BISRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.