Sekjen Kementerian ESDM Datangi Kejagung, Ada Apa?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Setya Novanto berjalan keluar ruangan seusai menjalani sidang etik Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, 7 Desember 2015. Sidang yang berlangsung tertutup tersebut berlangsung selama kurang lebih lima jam. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Setya Novanto berjalan keluar ruangan seusai menjalani sidang etik Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, 7 Desember 2015. Sidang yang berlangsung tertutup tersebut berlangsung selama kurang lebih lima jam. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Inspektur Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Mochtar Husein mendatangi gedung Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung. Dia datang sekitar pukul 14.50 WIB di gedung bundar tersebut.

    Saat datang, Mochtar langsung masuk ke lobi dan tak menjawab pertanyaan wartawan. Selain Mochtar, Sekretaris Jenderal Kementerian Energi Teguh Pamudji turut masuk ke gedung Jampidsus Kejagung.

    Keduanya naik mobil yang berbeda. Mochtar masuk lebih dulu, kemudian disusul Teguh. Belum diketahui maksud kedatangan Teguh dan Mochtar. Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung belum bisa dimintai konfirmasi.

    Adapun di dalam gedung bundar dari tadi pagi sedang dilakukan penyelidikan atas kasus "Papa Minta Saham" yang diduga melibatkan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Setya Novanto terhadap PT Freeport Indonesia. Penyelidik Kejaksaan meminta keterangan tambahan dari bos PT Freeport Indonesia, Maroef Sjamsoeddin. "Saya datang untuk memberikan keterangan lanjutan, substansinya saja," ujar Maroef.

    Penyelidik juga meminta keterangan sekretaris pribadi Novanto, Dina. Keduanya sudah hadir di gedung bundar sejak pukul 10.00 WIB. Dina akan dimintai konfirmasi tentang pemesanan dan pembayaran lobi Hotel Ritz-Carlton, tempat pertemuan Novanto bersama taipan minyak, Muhammad Riza Chalid, dengan Maroef.

    Meski sudah meminta keterangan beberapa orang, Jampidsus Arminsyah mengatakan kasus ini belum naik ke penyidikan. "Masih penyelidikan," tuturnya.

    LINDA TRIANITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi dan Para Menteri di Pusaran Korupsi

    KPK menetapkan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi sebagai tersangka. Artinya, dua menteri kabinet Presiden Joko Widodo terjerat kasus korupsi.