Selasa, 17 September 2019

Rio Capella Ibaratkan Kisah Hidupnya seperti Mahabarata  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan sekretaris Partai Nasdem, Patrice Rio Capella terdakwa korupsi kasus penyuapan saat menjalankan sidang dengan agenda pemeriksaan terdakwa di Pengadilan Tipikor, Jakarta, 30 November 2015. Sidang tersebut dilanjutkan dengan agenda pemeriksaan terdakwa karena saksi Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh mangkir dengan alasan sakit dan berobat di Singapura. Dalam pemeriksaan terdakwa ini, Rio Capella mengakui bahwa dirinya menerima uang dari isteri Gubernur Sumut non aktif Gatot Pujo Nugroho, Evy Susanti melalui perantara Franscisca Insani Rahesti sebesar Rp 200 juta untuk dilakukan perdamaian antara Gatot Pujo Nugroho dan Wakil Guberbur Sumut Tengku Erry Nuradi. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Mantan sekretaris Partai Nasdem, Patrice Rio Capella terdakwa korupsi kasus penyuapan saat menjalankan sidang dengan agenda pemeriksaan terdakwa di Pengadilan Tipikor, Jakarta, 30 November 2015. Sidang tersebut dilanjutkan dengan agenda pemeriksaan terdakwa karena saksi Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh mangkir dengan alasan sakit dan berobat di Singapura. Dalam pemeriksaan terdakwa ini, Rio Capella mengakui bahwa dirinya menerima uang dari isteri Gubernur Sumut non aktif Gatot Pujo Nugroho, Evy Susanti melalui perantara Franscisca Insani Rahesti sebesar Rp 200 juta untuk dilakukan perdamaian antara Gatot Pujo Nugroho dan Wakil Guberbur Sumut Tengku Erry Nuradi. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Sekretaris Jenderal Partai NasDem Patrice Rio Capella mengibaratkan dirinya sebagai Bima dalam cerita Mahabarata ketika sidang pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Senin, 14 Desember 2015. "Saya menganggap jaksa sama dengan Widura," kata Rio Capella membacakan pleidoinya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, 14 Desember 2015.

    Rio Capella mengaitkan kisah hidupnya seperti bagian tokoh dalam Mahabarata. Jaksa penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi diibaratkan sebagai tokoh berkarakter dan bijaksana, yakni Widura, yang tak lain paman dari Pandawa dan Kurawa.

    Ketika perang antara Pandawa dan Kurawa pecah, Bima dihukum tahanan. Saat itu, Widura bisa saja membebaskan Bima. Namun ia memilih tidak melakukannya. "Kau dimasukkan ke dalam tahanan agar kuat dan tertib menjalani kehidupan. Semua ini pasti ada hikmahnya," kata Rio menceritakan ucapan Widura kepada Bima.

    Rio menganggap persidangan yang dijalaninya adalah hal yang berat. "Ini sesuatu yang berada di luar dugaan dan berat bagi saya," katanya. Ia mengatakan keluarganya pun merasakan hal yang sama. "Tapi saya yakinkan kalau ini adalah sebuah perjalanan hidup yang tidak kita duga."

    Dalam pembelaannya, ia mengucapkan terima kasih kepada jaksa yang dinilai bijaksana tersebut. Jaksa juga telah mempertimbangkan dirinya sebagai justice collaborator. "Terima kasih karena sudah menyampaikan bahwa saya justice collaborator," katanya.

    Atas statusnya sebagai justice collaborator, Rio mendapatkan keringanan tuntutan, yaitu 2 tahun penjara. Rio hanya dijerat Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1989 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan korupsi. Sementara dalam dakwaan, ia juga dijerat Pasal 12 E dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun penjara.

    Patrice Rio adalah terdakwa kasus dugaan suap untuk mengamankan kasus Gatot di Kejaksaan Agung. Ia ditetapkan menjadi tersangka pada 15 Oktober 2015. Selain Rio, Gatot dan Evy juga sudah ditetapkan sebagai tersangka. Akibat kasus ini, Rio mundur dari jabatannya sebagai anggota DPR dan Sekjen Partai Nasdem.

    Menurut Jaksa, Rio terbukti menerima uang senilai Rp 200 juta dari Gubernur nonaktif Sumatra Utara, Gatot Pujo Nugroho dan istrinya, Evy Susanti. Uang tersebut diberikan melalui teman Rio, pegawai magang di kantor OC Kaligis, Fransisca Insani Rahesti.


    VINDRY FLORENTIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Google Doodle, Memperingati Chrisye Pelantun Lilin-Lilin Kecil

    Jika Anda sempat membuka mesin pencari Google pada 16 September 2019, di halaman utama muncul gambar seorang pria memetik gitar. Pria itu Chrisye.