Mahkamah Konstitusi Siap Tangani Perkara Pasca Pilkada

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penjagaan persidangan sengketa Pilpres 2014 di Gedung Mahkamah Konstitusi Jakarta. ANTARA/Wahyu Putro A

    Penjagaan persidangan sengketa Pilpres 2014 di Gedung Mahkamah Konstitusi Jakarta. ANTARA/Wahyu Putro A

    TEMPO.CO, Surabaya -Mahkamah Konstitusi siap menghadapi sengketa terkait Pilkada. Menurut Wakil Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, sengketa terkait Pilkada yang diajukan ke MK tidak jauh berbeda dengan tahun lalu yakni sekitar 300 perkara “Meskipun pilkada serentak sepertinya kasusnya juga standar,” kata Anwar usai pengukuhan Guru Besar Muhammad Saleh, Wakil Ketua Mahkamah Agung di Gedung Rektorat Universitas Airlangga, Sabtu 12 Desember 2015.

    Menurut Anwar, untuk menyelesaikan perkara, MK menyiapkan 9 hakim setiap menjalankan persidangan. Nantinya, dalam persidangan hakim konstitusi akan dibagi tiga  panel untuk pemeriksaan awal.

    Seperti lembaga peradilan lainnya,  MK tidak boleh menolak perkara.“Setiap perkara yang masuk akan kita tangani,” ujar Anwar.

    Namun menurut Anwar,  permohonan dikabulkan atau tidak tergantung putusan hakim. Sebenarnya, MK memiliki syarat mengenai persentase suara agar perkara tersebut dapat diselesaikan MK. "banyak sengketa Pilkada diajukan karena ada salah satu pihak yag tidak menerima dengan keputusan hasil Pilkada, namun  tanpa memperhatikan syarat lain."

    SITI JIHAN SYAHFAUZIAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Manfaat dan Dampak Pemangkasan Eselon yang Dicetuskan Jokowi

    Jokowi ingin empat level eselon dijadikan dua level saja. Level yang hilang diganti menjadi jabatan fungsional.