Begini Metode Baru Gerakan ISIS di Indonesia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Video ISIS Indonesia yang beredar di media sosial. Facebook.com

    Video ISIS Indonesia yang beredar di media sosial. Facebook.com

    TEMPO.CO, Surabaya Para pendukung simpatisan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) atau Islamic State (IS) di Indonesia dinilai memiliki metode baru dalam gerakan dan penyebaran ajaran mereka. Warga Indonesia yang berafiliasi terhadap ISIS akan bergerak melalui sistem sel.

    “Mereka sedang mempelajari sistem sel sekarang, yakni mereka tidak harus terhubung langsung dengan pusat IS. Namun bergantung pada tingkat militansi individu di luar wilayah IS, seperti Indonesia,” kata pengamat kontra-terorisme dari The Community of Ideological Islamic Analyst (CIIA), Harits Abu Ulya, saat dihubungi Tempo, Sabtu, 12 Desember 2015.

    Harits mengungkapkan, para anggota ISIS bisa melakukan amaliyat (pergerakan) secara mandiri atau berfusi dengan beberapa orang dalam sistem sel. “Itu sebagai bentuk loyalitas dan manifestasi baiat kepada IS,” ujarnya.

    Apalagi kalau ada ultimatum dari luar, misalkan dari juri bicara atau narasumber resmi ISIS, para pendukung yang disebut dengan ansharut daulah atau ansharut khilafah itu bisa melakukan perlawanan maksimal di tempat mereka berada. “Dari konteks seperti inilah sebenarnya potensi bahaya itu memang ada,” kata Harits.

    Namun, untuk saat ini, tutur Harits, ISIS di Indonesia tengah mengalami keterbatasan dana dan senjata. “Itu kendala yang sangat membatasi mereka melakukan tindakan lebih. Di samping itu, kontrol aparat sekarang cukup ketat, terutama di imigrasi. Di-monitoring lebih banyak bergerak di bawah tanah.”

    ARTIKA RACHMI FARMITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.