Di Depan Insinyur, Jokowi Sindir Menteri Pengkritik  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (kanan) memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Bogor, Jawa Barat, 8 Desember 2015. ANTARA/Setpres-Rusman

    Presiden Joko Widodo (kanan) memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Bogor, Jawa Barat, 8 Desember 2015. ANTARA/Setpres-Rusman

    TEMPO.COJakarta - Presiden Joko Widodo menyindir menteri di Kabinet Kerja yang selalu mengkritik setiap kebijakan pemerintah. Dia juga menyinggung menteri itu yang justru malah pesimistis terhadap program yang sedang dijalankan pemerintahannya.

    "Ada menteri yang hanya mengkritik dan menyampaikan tidak mungkin bisa terlaksana proyek pemerintah," kata Jokowi dalam “Kongres Persatuan Insinyur Indonesia” di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta Pusat, Sabtu, 12 Desember 2015. "Padahal belum menghitung sudah bilang tidak mungkin."

    Jokowi tidak menyebut menteri yang dimaksud. Namun dia menyinggung terkait dengan proyek pemerintah yang akan membangun pembangkit listrik sebesar 35 ribu megawatt. Jokowi telah memberikan instruksi kepada menteri itu untuk bisa merealisasikan program pemerintah dalam membangun pabrik setrum 35 ribu megawatt tersebut.

    Dia juga meminta jajaran menteri terkait untuk segera merealisasikan proyek pembangunan pabrik setrum itu setiap tahun. Targetnya adalah setiap tahun 10 ribu megawatt. "Tesnya akhir Desember ini," ujarnya.

    Sebelumnya, Menteri Koordinator Kemaritiman dan Sumber Daya Rizal Ramli kerap mengkritik soal proyek pembangkit listrik 35 ribu megawatt. Dia mengatakan proyek itu mustahil bisa terealisasi. Dia menilai angka realisasi yang mungkin tercapai dalam lima tahun ini hanya sekitar 16 ribu megawatt.

    REZA ADITYA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.