PAPA MINTA SAHAM, Alasan Polda Mentahkan Serangan Setya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Setya Novanto berjalan keluar ruangan seusai menjalani sidang etik Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, 7 Desember 2015. Menurut pernyataan anggota MKD asal Fraksi Demokrat Guntur Sasono, Setya Novanto membantah keterangan pengadu, Menteri ESDM Sudirman Said, dan juga saksi yakni Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Setya Novanto berjalan keluar ruangan seusai menjalani sidang etik Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, 7 Desember 2015. Menurut pernyataan anggota MKD asal Fraksi Demokrat Guntur Sasono, Setya Novanto membantah keterangan pengadu, Menteri ESDM Sudirman Said, dan juga saksi yakni Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Petugas Sentra Pelaporan Kepolisian Terpadu Polda Metro Jaya menolak laporan Ketua DPR Setya Novanto terhadap Menteri Energi Sumber dan Daya Mineral Sudirman Said. Petugas meminta pengacara Setya Novanto melengkapi bukti laporan tersebut.

    BACA: PAPA MINTA SAHAM, Serangan Balik Setya ke Sudirman Mental

    "Pihak kepolisian meminta barang bukti berupa flash disk berisi rekaman suara yang diperdengarkan dalam sidang Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD)," ujar Aga Khan, pengacara Setya Novanto, di Markas Polda, Jumat malam, 11 Desember 2015.

    Terkait dengan permintaan polisi tersebut, Aga sempat berkonsultasi dengan petugas SPKT Polda selama tiga jam. Menurut Aga, rekaman yang kini sudah disita Kejaksaan Agung itu harus dibuktikan asli atau tidaknya oleh saksi ahli.

    BACA: Ditanya Sola Keberadaan Riza Chalid, Luhut: Emang Gue Pikirin

    "Kami enggak tahu barang bukti yang itu otentik apa tidak, kami hanya melihat dari sisi tindakan melanggar Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik," ujarnya. Menurut Aga, petugas seolah menganggap rekaman itu asli.

    Dalam mengajukan laporan tersebut, Aga mengantongi surat kuasa dari Setya Novanto di atas materai Rp 6.000 tertanggal 10 Desember 2015. Sudirman Said dilaporkan atas dugaan tindak pidana Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

    BACA: Alasan MKD Ngotot Minta Rekaman Asli 'Papa Minta Saham'

    Ia menegaskan, seharusnya, sebelum persidangan, barang bukti diserahkan kepada saksi ahli untuk memastikan itu asli atau tidak. Saat mendatangi Polda, Aga hanya melampirkan bukti berupa link berita rekaman suara Setya yang diputar saat sidang di MKD.

    Sudirman Said melaporkan Setya Novanto ke MKD atas dugaan pencatutan nama Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk meminta saham terkait dengan perpanjangan kontrak Freeport. Setya sudah membantah dirinya mencatut nama Jokowi.

    INGE KLARA SAFITRI

    SKANDAL NIKITA MIRZANI
    PROSTITUSI ARTIS, Nikita Dianggap Korban, Muncikarinya Sewot
    PROSTITUSI ARTIS, Begini Cara Polisi Menjebak NM dan PR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.