Gratifikasi buat Pejabat, dari Kaus Bola hingga Jam Mewah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah barang milik negara yang berasal dari gratifikasi KPK dilelang pada Festival Anti Korupsi 2015 di Sabuga, Bandung, Jawa Barat, 11 Desember 2015. TEMPO/Prima Mulia

    Sejumlah barang milik negara yang berasal dari gratifikasi KPK dilelang pada Festival Anti Korupsi 2015 di Sabuga, Bandung, Jawa Barat, 11 Desember 2015. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Bandung - Komisi Pemberantasan Korupsi, bekerja sama dengan Kementerian Keuangan, melelang barang-barang hasil penerimaan gratifikasi yang dilaporkan pejabat negara kepada KPK. Ada sekitar 200 barang yang dilelang. Dari kaus bola hingga jam mewah seharga puluhan juta rupiah dilelang secara terbuka kepada masyarakat.

    Pelelangan tersebut digelar dalam acara Festival Antikorupsi, yang berlangsung di Sasana Budaya Ganesha, Kota Bandung, pada 10-11 Desember 2015. Barang-barang yang akan dilelang tersebut dipajang selama dua hari di pintu masuk tempat Festival Antikorupsi diselenggarakan. Adapun peserta lelang ini diikuti sekitar 150 orang.

    Berdasarkan pantauan Tempo, saat proses pelelangan, peserta lelang tampak antusias. Mekanisme dalam lelang tersebut tidak jauh berbeda dengan cara lelang umumnya. Panitia memperlihatkan barang beserta limit harganya, lalu para peserta lelang yang tertarik mengacungkan tangan dan bersaing harga dengan peserta lain. Siapa yang menawar dengan harga lebih tinggi, itulah yang berhak mendapatkan barang yang dilelang.

    Pemimpin KPK, Zulkarnin, mengatakan barang-barang yang dilelang ini didapatkan dari penyelenggara negara yang melaporkan tindakan gratifikasi yang diterimanya. Barang-barang tersebut lalu dilaporkan kepada KPK, yang selanjutnya akan dilelang.

    "Barang-barang ini diterima dari penyelenggara negara atau pegawai negeri yang berkaitan dengan tugas dan jabatannya," ujarnya saat memberikan sambutan dalam acara lelang pada Festival Antikorupsi, di Kota Bandung, Jumat, 11 Desember 2015.

    Ia mengatakan selama ini KPK selalu mendapat laporan dari penyelenggara negara terkait dengan praktek gratifikasi. Selain barang, KPK sering menerima laporan gratifikasi dalam bentuk uang. Adapun uang hasil pelelangan barang-barang tersebut akan dimasukkan ke kas negara. "Kalau bentuk uang, kami langsung serahkan ke kas negara," katanya.

    Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said dinobatkan oleh KPK sebagai menteri yang patuh dalam hal pelaporan gratifikasi. Dalam pelelangan tahun ini, barang yang dilaporkan Sudirman merupakan salah satu barang yang paling tinggi harganya. Sudirman menyerahkan perangkat suvenir berbahan berlian senilai Rp 4 miliar.

    IQBAL T LAZUARDI S


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.