Wartawan Tempo Agoeng Wijaya Juara I Lomba Jurnalistik KKP

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anak-0anak pergi ke sekolah menggunakan perahu kayu di Pulau Mbromsi, kepulauan Padaido, Biak, Papua, 13 Oktober 2015. Pulau Mbromsi merupakan sebuah gugusan pulau di seberang utara Meosmangguandi. Tempo/ Tony  Hartawan

    Anak-0anak pergi ke sekolah menggunakan perahu kayu di Pulau Mbromsi, kepulauan Padaido, Biak, Papua, 13 Oktober 2015. Pulau Mbromsi merupakan sebuah gugusan pulau di seberang utara Meosmangguandi. Tempo/ Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan memberikan penghargaan karya jurnalistik terbaik kepada wartawan Tempo Agoeng Wijaya. Penghargaan diberikan untuk tulisannya berjudul Lukisan Terakhir di Padaido yang terbit di Majalah Tempo, edisi 22 November 2015.

    Juara dua untuk kategori yang sama jatuh pada Kris Mada, wartawan Harian Kompas dengan judul tulisan Terumbu Karang Demi Anak Cucu. Peringkat ketiga dan keempat diberikan kepada Iis Zatnika, jurnalis Media Indonesia dan Fransiskus Pati Herin dari  Kompas. Dua pemenang berikutnya, peringkat lima dan enam diberikan pada Christian Dior Simbolon dari Media Indonesia dan Kornelis Kewa Ama dari Kompas.

    Penghargaan ini diberikan dalam acara bertajuk Anugerah E-KKP3E: Menuju Tata Kelola Kawasan Konservasi yang Efektif dan Mensejahterakan.

    Penghargaan E-KKP3E ini dibagi menjadi delapan kategori. Tiga di antaranya adalah untuk lomba penulisan artikel, yakni: Lomba Karya Tulis Jurnalistik Kelautan 2015, Lomba Menulis Artikel Konservasi Kelautan 2015 dan Lomba Poster Konservasi Kelautan 2015. Sedangkan Lima Kategori lainnya merupakan kategori yang diberikan kepada pihak-pihak yang langsung turun dan terjun langsung ke lapangan dalam melakukan pengelolaan konservasi, perairan dan pulau-pulau kecil, yakni Kategori Favorit, Kategori Khusus, Kategori Percontohan, Kategori Percepatan, dan Kategori Mitra Pendukung.

    Berikut adalah nama-nama pemenang penganugeraan E-KKP3E Kementerian Kelautan dan Perikanan:

    Kategori Lomba Menulis Artikel Konservasi Kelautan 2015
    Juara I, Ayuseptiani Asari Putri, dari Universitas Gadjah Mada, dengan judul tulisan Rumah Karang.
    Juara II, Jamaludin, dari Universitas Jenderal Soedirman, dengan judul tulisan Meluruskan Kembali Tujuan Ekowisata Bahari, Bekerja Lebih Giat Lagi.
    Juara III,Raizcha Monicha Immerganzhia Hotty, dari Universitas Nusa Cendana, dengan judul tulisan Mina Wisata Setasean di Taman Nasional Perairan Sawu, Nusa Tenggara Timur.

    Kategori Lomba Poster Konservasi Kelautan 2015
    Juara I, Alfisya Yudi Pratama, daerah asal Bogor, dengan judul poster Selamatkan Laut, Selamatkan Masyarakat
    Juara II, Thoma Prayoga, daerah asal Yogyakarta, dengan judul poster Kini dan Nanti
    Juara III, Fik Gustiera Haikal Akbar, daerah Asal Tangerang, dengan judul poster Kita Saling Membutuhkan.

    Kategori Favorit
    Bupati Raja Ampat

    Kategori Khusus
    Bupati Sabang, Bupati Klungkung, Walikota Pariaman

    Kategori Percontohan
    Bupati Alor, Bupati Sukabumi, Bupati Batang, Bupati Berau, Bupati Bintan

    Kategori Percepatan
    Gubernur Sulawesi Tenggara, Bupati Simeuleu, Walikota Bontang, Bupati Sumbawa, Bupati Aceh Jaya, Walikota Bitung, Bupati Sikka, Bupati Lombok Timur, Bupati Pesisir Selatan, Bupati Maluku Tenggara, Bupati Bantul, Bupati Flores Timur, Bupati Mentawai, Bupati Buleleng, Bupati Seram Bagian Timur, Bupati Sumbawa Barat dan Bupati Pangandaran.

    Kategori Mitra Pendukung
    1. AKBP Moh Hidayat, Kapolres Pangkep
    2. Benny Litelnony, Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (Ketua Dewan Konservasi Provinsi)
    3. Buyung Lalana, Komandan Korps Marinir TNI Angkatan Laut
    4. Marine Director, TNC
    5. Sudirman Saad
    6. Coraltroiangle, WWF
    7. Marine Director, CI
    8. Director WCS IP
    9. Marine Director, Terangi
    10. Marine Director RARE
    11. Marine Director CTC

    DESTRIANITA K.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.