Turis Mancanagera ke Jawa Barat Seret, Ini Penyebabnya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang turis mancanegara menikmati indahnya pemadangan saat berlibur di Agro wisata Gunung Mas, Puncak, Cisarua, Jawa Barat, (18/4). Tempo/Aditia Noviansyah

    Seorang turis mancanegara menikmati indahnya pemadangan saat berlibur di Agro wisata Gunung Mas, Puncak, Cisarua, Jawa Barat, (18/4). Tempo/Aditia Noviansyah

    TEMPO.COSubang - Keterbatasan fasilitas bandar udara internasional menyebabkan kunjungan wisatawan mancanegara ke wilayah Jawa Barat seret. "Mungkin setelah Bandar Udara Kertajati beroperasi baru ramai," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat, Nunung Sobari, saat ditemui Tempo, di Subang, Kamis, 10 Desember 2015.

    Menurut Nunung, keberadaan bandara internasional sangat berpengaruh besar pada peningkatan jumlah wisatawan mancanegara secara signifikan. Sebab, jalur penerbangan dari berbagai belahan dunia bisa dibuka langsung tanpa harus melalui bandar udara lain.

    Misalnya, jika Bandara Kertajadi sudah dibuka, para wisatawan mancanegara yang mau berkunjung ke Cirebon, Subang, Kuningan, Bandung, atau Purwakarta, bisa langsung dari bandara melalui Tol Cipali. Dari sisi waktu dan dana yang dikeluarkan menjadi lebih efisien.

    Beda dengan yang terjadi sekarang, para turis yang ingin datang ke wilayah Jawa Barat, terlebih dahulu harus masuk melalui bandara Soekarno-Hatta. Singgah dulu di Jakarta baru menuju berbagai destinasi yang dituju. Sehingga dari sisi waktu dan biaya menjadi tidak efisien.

    Turis mancanegara dari Malaysia yang sekarang terus membanjiri Bandung juga ditunjang oleh adanya jalur penerbangan internasional dari Kuala Lumpur ke Husein Sastranegara.

    Nunung menyebutkan, jumlah turis mancanegara yang berkunjung ke Jawa Barat hingga pertengahan Desember tercatat satu juta orang. Wisman yang paling banyak berkunjung, yakni asal Malaysia, Singapura, dan Cina. Kalau dari Eropa yang paling banyak dari Negeri Belanda.

    "Belakangan, turis yang mulai ramai berkunjung ke Jawa Barat berasal dari Timur Tengah," Nunung menyebutkan tren kunjungan wisatawan terkini.
    Nunung menargetkan jumlah turis yang berkunjung ke Jawa Barat sampai medio 2019 mencapai dua juta orang. "Sesuai target nasional," ia menjelaskan.

    Namun ia mengaku bangga karena jumlah turis regional sepanjang 2015 yang masuk Jawa Barat mencapai 45 juta, melampaui angka kunjungan ke Bali.

    Adapun destinasi wisata yang paling populer dan banyak dikunjungi merata karena destinasi yang ada itu berbeda-beda karakteristiknya. "Bandung sangat diminati kuliner dan fashion-nya, Cirebon dengan wisata ziarahnya, Subang dengan air panas Ciater dan Tangkuban Parahunya," Nunung mengimbuhkan.

    Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Subang, Hidayat, mengatakan, sejauh ini destinasi wisata yang masih menjadi ikon daerahnya adalah Ciater dan Tangkuban Parahu. "Tapi kami akan terus mengemas destinasi lainnya yang bisa menjadi unggulan juga, misalnya, Curug Cijalu," katanya.

    Ia menyebutkan, tren kunjungan wisatawan ke Subang terutama ke Ciater, mayoritas dari Timur Tengah. "Mereka sangat tertarik dengan air panas purba serta keelokan alam dan hawanya yang sejuk," Hidayat menjelaskan.

    NANANG SUTISNA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi dan Para Menteri di Pusaran Korupsi

    KPK menetapkan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi sebagai tersangka. Artinya, dua menteri kabinet Presiden Joko Widodo terjerat kasus korupsi.