Tak Ada Anggota DPR di Festival Antikorupsi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah peserta aksi dari Koalisi Masyarakat Antikorupsi membawa atribut saat mengelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR, Jakarta, 8 Desember 2015. Aksi tersebut mengangkat beberapa isu seputar kekecewaan masyarakat terhadap kinerja wakil rakyat dengan judul

    Sejumlah peserta aksi dari Koalisi Masyarakat Antikorupsi membawa atribut saat mengelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR, Jakarta, 8 Desember 2015. Aksi tersebut mengangkat beberapa isu seputar kekecewaan masyarakat terhadap kinerja wakil rakyat dengan judul "Bersihkan DPR" sekaligus merayakan Hari Antikorupsi Se-dunia. ANTARA FOTO/M. Ali. Wafa

    TEMPO.CO, Bandung- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama pegiat komunitas di Kota Bandung menggelar event akbar peringatan antikorupsi internasional selama dua hari sejak tanggal 10 hingga 11 Desember 2015 di Sasana Budaya Ganesha, Kota Bandung. Event Festival Antikorupsi itu dihadiri oleh sejumlah menteri dan kepala daerah, namun tidak ada anggota Dewan Perwakilan Rakyat yang tampak hadir di sana, Kamis, 10 Desember 2015.

    Pantauan Tempo, para menteri yang datang ke acara tersebut di antaranya, Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said, Menteri Perhubungan Igansius Jonan, dan Menteri Kesehatan Nila Juwita F. Moeloek. Awalnya, Presiden Joko Widodo dijadwalkan menghadiri acara tersebut, namun, dengan alasan kesehatan, presiden batal datang ke Bandung. Selain para menteri, kepala lembaga negara seperti Kapolri, Jaksa Agung, Ketua KPK, Ketua DPD, Gubernur Jawa Barat, Wali Kota Bandung, dan Gubernur Jawa Tengah pun nampak hadir mengikuti serangkaian acara pada hari Kamis, 10 Desember 2015. Namun, tak terlihat satupun anggota DPR RI yang hadir dalam acara itu.

    Dalam sambutannya, Ketua Pelaksana KPK Taufiqrachman Ruki mengajak seluruh komponen bangsa bersinergi dan bekerjasama memberantas korupsi. “Kami sadar bahwa KPK tidak dapat bekerja sendiri dalam memberantas korupsi. KPK perlu sinergi dan kerja sama dengan seluruh komponen bangsa untuk mensukseskan pekerjaan besar mewujudkan Indonesia yang bebas dari korupsi," ujar Ruki.

    Karena itu, Ruki menambahkan, pimpinan KPK mengimbau segenap pihak yang masih berfikir untuk bisa memberantas korupsi. “Daripada menghabiskan waktu dan energi untuk berdebat tentang amandemen Undang-Undang KPK dengan tujuan untuk melemahkan lebih baik kita gunakan energi yang ada untuk melakukan review atas sistem dan introspeksi perilaku yang masih koruptif," ujarnya.

    Sementara itu, Menteri Polhukam Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, acara tersebut sangat penting untuk mengingatkan kepada seluruh elemen masyarakat agar terhindar dari korupsi. Saat ditanya ihwal tak ada satupun anggota DPR yang datang ke acara itu, Luhut enggan berkomentar. "Tanya aja yang bersangkutan," ujar Luhut.

    Kegiatan utama Festival Antikorupsi 2015 dipusatkan di Sasana Budaya Ganesha, Jalan Tamansari, Kota Bandung selama dua hari. Pada acara tersebut digelar acara Forum Dialog Nasional Manajemen Pengendalian Gratifikasi, Workshop Pengaduan Masyarakat, Peluncuran Boardgames Digital, Seminar Parenting Antikorupsi, Seminar ‘Saya, Perempuan Antikorupsi’, Panggung Kreatifitas ‘Aku Anak Jujur’ dan Lelang Barang gratifikasi.

    IQBAL T. LAZUARDI S


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Palapa Ring Akan Rampung Setelah 14 Tahun

    Dicetuskan pada 2005, pembangunan serat optik Palapa Ring baru dimulai pada 2016.