Empat Tokoh Ini Terima Award dari Tahir Foundation  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Empat tokoh Indonesia mendapatkan penghargaan Lifetime Achievement Awards dari Tahir Foundation di Hotel Rafles, Jakarta. Empat tokoh itu adalah pengusaha Ciputra, Pendiri Kompas Jakob Oetama, Emil Salim dan CEO PT Sido Muncul Yoseph Irwan hidayat. TEMPO/Bambang Harymurti

    Empat tokoh Indonesia mendapatkan penghargaan Lifetime Achievement Awards dari Tahir Foundation di Hotel Rafles, Jakarta. Empat tokoh itu adalah pengusaha Ciputra, Pendiri Kompas Jakob Oetama, Emil Salim dan CEO PT Sido Muncul Yoseph Irwan hidayat. TEMPO/Bambang Harymurti

    TEMPO.CO, Jakarta -Empat tokoh yaitu Pengusaha Ciputra, Pendiri Kompas Jacob Oetama, Mantan Menteri Lingkungan Hidup Emil Salim dan Pengusaha Yoseph Irwan Hidayat yang juga CEO PT Sido Muncul mendapat penghargaan Lifetime Achievement Awards 2015 yang digagas oleh Tahir Foundation. Penghargaan itu diberikan di dalam prosesi yang digelar di Hotel Raffles, Jakarta Selatan, Rabu 9 Desember 2015.

    Ciputra dan Jacob Oetama, mendapat penghargaan dalam kategori Business Leadership. Adapun Emil Salim mendapat penghargaan dalam kategori Bureucratic, adapun CEO PT Sido Muncul Yoseph Irwan Hidayat untuk kategori Social Work. Empat tokoh itu mendapatkan hadiah uang sebesar Rp1 miliar.

    Pemilihan peraih Lifetime Achievement Awards dilakukan oleh tujuh dewan juri yakni Komaruddin Hidayat, Da’i Bachtiar, Hidayat Nur Wahid, Jusuf Wanandi, Todung Mulya Lubis, Primus Dorimulu, dan Dato Sri Tahir.

    Komaruddin selaku Ketua Dewan Juri menjelaskan ada beberapa kriteria pemilihan yang menjadi pertimbangkan yakni para tokoh tersebut mampu berpikir dan bertindak melampaui zamannya, memiliki komitmen dan kostisten dalam waktu yang sudah teruji.

    "Ada titik temu dari keempat tokoh ini. Mereka berpikir tidak hanya untuk dirinya namun juga untuk masyarakat dan negara. Mereka berkomitmen untuk membangun bangsanya," ujar Ketua Dewan Juri Lifetime Achievement Award, Komaruddin Hidayat.

    “Keempat tokoh yang kami pilih memang yang umurnya sudah termasuk senior sebab kalau tokoh masih muda jalannya masih panjang dan kita tidak tahu apakah di tengah jalan mereka akan 'keseleo',” kata Komaruddin.

    Acara pemberian penghargaan disaksikan oleh sejumlah tokoh dari berbagai bidang seperti menteri, mantan menteri, pengusaha hingga pengacara. Sejumlah tokoh diantaranya hadir seperti Ketua DPD Irman Gusman, Mendagri Tjahyo Kumolo, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, Mantan Mendag Rachmat Gobel, Mantan Menteri Perhubungan Agum Gumelar dan istri Linda Gumelar, dan Mochtar Riyadi.

    Dalam pidatonya, Emil Salim berterima kasih pada tiga tokoh penting dalam hidupnya yaitu, ibu, ayah, dan istrinya. Adapun Ciputra, yang secara langsung hadir di malam penganugerahaan "Lifetime Achievement Award" mengatakan akan menggunakan hadiah uang Rp 1 miliar untuk pengembangan pendidikan entrepreneur di Papua.“Sebelumnya saya tidak pernah menerima uang dari orang lain, namun kali ini saya terima dan uang ini akan tambahkan sekian kali dan akan saya serahkan ke Papua,” ujar Ciputra.

    Ciputra yang mendapatkan penghargaan di bidang bisnis tersebut mengatakan entrepreneur sangat penting untuk diajarkan sejak kecil, mulai dari tingkat taman kanak-kanak hingga universitas.

     Sementara Irwan Yoseph Hidayat yang mendapatkan penghargaan di bidang social work menjelaskan, dirinya terinspirasi akan perkataan Mother Theresa bahwa jika seseorang tidak berguna bagi orang lain maka hidupnya tidak akan berguna. Hal tersebut diterapkan Irwan di perusahaannya, Sido Muncul sejak tahun 1999 untuk menjadi perusahaan yang bermanfaat bagi masyarakat.

    Jacob Oetama tak hadir dalam pemberian hadiah itu. Penghargaan itu diberikan Komaruddin Hidayat dan Jusuf Wanandi, sebagai wakil juri ke Gedung Kompas Gramedia, pada Selasa 8 Desember 2015. Pada malam penganugerahan itu, video pemberian penghargaan diputar di pada perayaan malam itu.

    WDA | BHM | BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.